Blog

  • Puisi Cinta: Rindu

    puisi cinta

    RINDU

    Karya: Mai Hamdati

    Malam terasa basah di paru-paruku
    Setelah gerimis tak henti mengikis
    Setiap yang di sentuhnya dari kulitku
    Dan entah sudah berapa lama
    Sampai akhirnya ia menemukanmu
    Bukan di kotamu
    Tapi di dalam kotak hitam kenangan
    Yang dulu hilang
    Saat kabut menghadang kepergianku

    Di luar, dahan-dahan tak mampu lagi 
    Menyelamatkan daun hidupnya 
    Yang  saling menjatuhkan tubuh ke tanah
    Tapi perhatikanlah, di antara daun-daun itu
    Ada satu yang tak pernah benar-benar ranggas
    Itulah aku
    Yang tersesat di ruang rindu

    Tanggamus, 2010-01-13


    Sumber ilustrasi: https://www.pexels.com/id-id/foto/1831701/

  • Puisi: Pemenang Atau Pecundang

    puisi

    PUISI INI SAYA TEMUKAN DI ANTARA FILE-FILE YANG BERSERAKAN DI SATU FOLDER BERJUDUL TULISAN, TIDAK JELAS SIAPA YANG MENULIS, DI SANA HANYA TERTERA, SANGGAR SAKTAH. DAN ENTAH, APA PESAN YANG INGIN DISAMPAIKAN, WAKTU ITU.

    Selamat membaca:

    Pemenang atau Pecundang

    Untuk para penghuni Sanggar Saktah


    Langit masih menjulang tinggi
    Saat kalian memutuskan untuk berhenti
    Di tengah padang,
    Bimbang yang menjemukan

    Lihatlah kawanan penyu itu,
    Merambat, lambat tapi kuat
    Menuju pantai yang paling berbahaya
    Untuk mengerami mimpi mereka 
    Bahkan mereka mampu bertahan 
    Hanya untuk sekedar melihat mimpi itu
    Menetas dengan sempurna
    Atau pecah karena kedinginan

    Mungkin kalian terlanjur tidak percaya pada kata-kata
    Karena dusta berasal dari mulut yang berbusa
    Maka gerakkan jari-jari tanganmu, kawan
    Pertaruhkan mimpimu
    Pada sebuah pena paling panjang
    Supaya kau tahu
    Apakah kau pemenang
    Atau hanya seorang pecundang?

    Sanggar Saktah, 05 Juli 2011

    Sumber Ilustrasi: https://www.piqsels.com/id/public-domain-photo-sgich
  • Puisi Cinta Sapardi Djoko Damono: Aku Ingin

    puisi cinta

    AKU INGIN

    Karya: Sapardi Djoko Damono

    Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

    Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
    Kepada api yang menjadikannya abu

    Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
    dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
    kepada hujan yang membuatnya tiada

    Sapardi Djoko Damono, 1989





    Sumber Tulisan: Hujan Bulan Juni, Gramedia Pustaka Utama
    Sumber Ilustrasi: https://www.pikist.com/search/id?q=cinta










  • Puisi Sapardi Djoko Damono: Hujan Bulan Juni

    puisi Sapardi Djoko Damono

    Hujan Bulan Juni

    Karya: Sapardi Djoko Damono

    Tak ada yang lebih tabah
    dari hujan bulan Juni
    dirahasiakannya rintik rindunya
    kepada pohon berbunga itu
    tak ada yang lebih bijak
    dari hujan bulan Juni 
    dihapusnya jejak-jejak kakinya
    yang ragu-ragu di jalan itu
    tak ada yang lebih  Arif
    dari hujan bulan Juni
    dibiarkannya yang tak terucapkan
    diserap akar pohon bunga itu. 
    1989

    Musikalisasi puisi, Hujan bulan Juni

    Sumber Ilustrasi: https://pxhere.com/id/photo/104555

  • Manfaat Menggunjing atau Ghibah dalam Ajaran Islam?

    menggunjing


    Ghibah dalam ajaran Islam – Saat ini dan entah sampai kapan, fenomena ghibah atau perginjingan masih menjadi hal yang lumrah ditengah masyarakat kita. Bukan hanya di ruang tertutup, bahkan di ruang publik pun banyak sekali ghibah-ghibah yang ditampilkan.

    Itu adalah hal yang sangat menyedihkan jika ditinjau dari sudut pandang ajaran Islam.

    Ayat Al-Qur’an tentang larangan menggunjing

    Di dalam Al Qur’an Surat Al Hujurat ayat 12 Allah SWT berfirman:

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱجۡتَنِبُواْ كَثِيرٗا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعۡضَ ٱلظَّنِّ إِثۡمٞۖ وَ لَا تَجَسَّسُواْ وَلَا يَغۡتَب بَّعۡضُكُم بَعۡضًاۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمۡ أَن يَأۡكُلَ يَأۡكُلَ لَحۡمَ أَخِيهِ مَيۡتٗا فَكَرِهۡتُمُوهُۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٞ رَّحِيمٞ

    Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang”

    Ayat ini sangat jelas mengatakan betapa menjijikannya menggungjing yang digambarkan dengan memakan daging saudara kita yang sudah mati. Mengapa sudah mati? Ya, karena orang yang kita gunjingkan tidak mengetahui bahwa kita sedang menggunjingkan mereka.

    Seperti mayat yang tidak mengetahui apa yang sedang dibicarakan orang disekitarnya. Mereka tidak mendengar yang kita bicarakan.

    Mereka tidak bisa membenarkan ataupun menyalahkan apa yang kita bicarakan tentangnya. Mereka sama sekali tidak bisa memberi respon terhadap gunjingan kita. Sehingga diibaratkan seperti orang mati.

    Manfaat dan sisi negatif menggunjing

    Sekarang mari kita lihat dari sisi kebermanfaatan pergunjingan. Apa manfaat yang kita peroleh? Bisa jadi ada. 

    Biasanya menggunjing paling enak dilakukan ketika waktu luang. Saat jam istirahat di kantor. Saat menunggu sesuatu. Atau di waktu-waktu senggang lainnya.

    Mungkin manfaatnya kita bisa mengisi waktu sehingga tidak diam melamun begitu saja. Kemudian, ketika kita mendengar cuplikan berita biasanya menjadi penasaran, ingin mengorek lebih dalam, ingin mengetahui lebih jauh.

    Lalu kita menggunjingkan berita tersebut sehingga terpuaskan rasa penasaran kita. Hanya itu saja manfaat yang diperoleh.

    Sementara dilihat dari sisi negatifnya banyak sekali, dan bahkan lebih parah. Menggunjing akan membentuk persepsi. Akan mengisi alam bawah sadar kita untuk membuat gambaran tentang sesuatu.

    Misal kita menggunjingkan kepala sekolah yang suka begini dan begitu. Tentu setelah itu kita akan selalu terngiang dan terpersepsikan dalam ingatan bahwa kepala sekolah begini dan begitu. 

    Begitu bertemu dengan orangnya masih tergambar bayangan sikapnya. Akhirnya kita akan berusaha bersikap sesuai dengan persipsi kita.

    Jika ternyata persepsi kita salah, maka sikap kita juga akan salah. Mungkin tidak terlalu tampak dalam perilaku nyata, tapi jika dalam hati kita berkata lain, berarti kita telah terjebak dalam kemunafikan.

    Ghibah melahirkan sifat munafik

    Ya, ghibah atau menggunjing akan melahirkan sifat munafik. Karena biasaya orang yang suka menggunjing, hanya berani membicarakan kejelekan orang lain ketika orang yang dibicarakan itu tidak ada dihadapannya.

    Sementara jika ia berhadapan langsung dengan orang tersebut, ia akan berkata sebaliknya, dan tidak pernah mengungkit tentang kejelekan yang ia bicarkan dibelakang bersama orang lain. bahkan cenderung memujinya.

    Lain halnya jika kita tidak pernah menggunjing. Kita tidak punya gambaran yang buruk tentang seseorang. Sehingga pada saat bertemu kita biasa saja. Pikiran lebih positif. Sikap kita lebih baik. Akhirnya hubungan antar personal juga lebih baik.

    Menggunjing juga membat kita kehilangan banyak kesempatan untuk berbuat baik. Dalam mengisi waktu luang kita bisa saja membaca buku, mengerjakan tugas-tugas pekerjaan yang belum selesai. Atau jika tidak ada pekerjaan sama sekali kita bisa berjalan, berolahraga, menulis, dan lain sebagainya.

    Jika kita mau merenungkan, banyak sekali aktivitas positif yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu luang. Hanya saja kita sering tergoda, jika ada kawan di sebelah, maka menggunjing kadang jauh lebih mengasyikkan.

    Memang begitulah godaan syetan. Membuat mata kita memandang indah keburukan, dan memandang buruk sebuah kebaikan. itulah mengapa menggunjing atau Ghibah dalam ajaran Islam dilarang. Dan jika tidak dilawan, kita akan selalu dijerumuskan. 

    Muhamad Munji, Guru MAN 2 Kebumen, Jawa Tengah. 

    Sumber Ilustrasi: https://pxhere.com/id/photo/1390929
  • Sifat Wajib Allah SWT dan Artinya

    sifat Wajib Allah

    Sifat Wajib Allah

    Sifat Wajib AllahAllah Subhanahu Wata’ala memiliki 20 sifat wajib yang harus kita imani.Lalu apa saja sifat wajib Allah.

    Berikut ini kami jelaskan satu persatu sifat wajib Allah :

    Pertama, Wujud

    Wujud artinya ada. Maksudnya, Allah itu pasti ada. Walaupun saat ini tidak dapat dilihat secara kasat mata, tetapi sifat wujud Allah dapat dibuktikan yaitu dengan adanya alam semesta. 

    Allah SWT berfirman:

    Artinya:“Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudia ia bersemayam di atas ‘Arsy. Tidak ada bagi kamu selain daripada-Nya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi Syafa’at 1190. Maka kamu tidak memperhatikan?” (QS As-Sajadah: 4).

    Kedua, Qidam.

    Qidam artinya terdahulu. Artinya, Allah adalah pencipta langit dan isinya. Oleh karena itu, sebelum adanya alam Allah SWT telah ada terlebih dahulu. 

    Di dalam Al-Qur’an disebutkan:

    Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS Al-Hadid: 3).

    Ketiga Baqo’

    Baqo; artinya kekal. Artinya Allah SWT. tidak akan pernah mati, dan tidak akan punah atau binasa.

    Dia berfirman yang artinya:

    “Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. BagiNya-lah segala penentuan, dan hanya kepadaNya-lah kamu dikembalikan.” (QS Al-Qasas: 88).

    Ke empat, Mukhalafatu Lilhawaditis

    Artinya berbeda dengan makhluk. Jelaslah beda antara yang menciptakan dan yang diciptakan. Allah berberda dari makhluknya.

    Di dalam al-qur’an di sebutkan:

    Tidak ada satupun yang serupa dengan Dia dan Dialah yang Maha Mendengan dan Melihat.” (QS Asy-Syura: 11).

    Ke lima, Qiyamuhu Binafsihi

    Artinya berdiri sendiri. Allah SWT tidak membutukan orang lain. Ia tidak bergantung pada siapapun serta tidak membutukan siapapun.

    Allah SWT berfirman

    Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari alam semesta.” (QS Al-Ankabut: 6).

    Ke enam, Wahdaniyah 

    Artinya tunggal. Allah adalah satu-satunya tuhan  yang menciptakan alam semesta.

    Dijelaskan dalam Alquran: 

    “Seandainya di langit dan di bumi ada tuhan – tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu akan binasa.” (QS Al-Anbiya: 22).

    Ke tujuh, Qudrat 

    Artinya Berkuasa. Artinya Ia berkuasa terhadap segala sesuatu

    Sebagaimana dijeaskan dalam Alquran: “Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.” (QS Al-Baqarah: 20).

    Kedelapan, Iradat

    Artinya Berkehendak. Artinya Allah berkehendak terhadap segala sesuatu.

    Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: ‘Jadilah!’, maka terjadilah.” (QS Yasiin: 82).

    Kesembilan, ‘Ilmun

    Artinya mengetahui. Maksudnya Allah SWT mengetahui segala sesuatu yang ada di bumi maupun dilangit, baik yang tersembunyi maupun yang terang-terangan.

    Allah SWT berfirman:

    Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” (QS Qaf : 16).

    Kesepuluh Hayat

    Artinya Maha hidup. Sebagaimana dalam Al-Qur’an,

    Dan bertakwalah kepada Allah yang hidup (kekal) yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya.” (QS Al-Furqon: 58).

    Ke sebelas, Sama’ 

    Artinaya Mendengar

    Allah SWT berfirman: Artinya:“Dan Allah-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Maidah: 76).

    Ke duabelas, Bashar

    Artinya, Melihat

    Di dalam Al-Qur’an disebutkan

    “Dan Allah melihat atas apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Hujurat: 18).

    Ke tiga belas, Qalam

    Artinya, Berfirman.

    Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan kami) pada waktu yang telah kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya.” (QS Al-A’raf: 143).

    Ke empat belas, Qadiran

    Artinya, Berkuasa

    Hampir kilat itu menyambar pengelihatan mereka. Setiap kali sinar itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. jika Allah menghendaki, niscaya dia melenyapkan pendengaran dan pengelihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.” (QS Al – Baqarah: 20).

    Ke limabelas, Muridan

    Artinya, Berkehendak

    Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.” (QS Hud: 107).

    Ke enambelas, Aliman

    Artinya Mengetahui. 

    Dan Allah Maha Mengetahui sesuatu…” (QS An-Nisa: 176).

    Ke tujuh belas, Hayyan

    Artinya, Hidup

    “Dan bertawakkallah kepada Allah Yang Hidup, yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa hamba-hamba-Nya.” (QS Al-Furqon: 58).

    Ke delapan belas, Sami’an 

    Artinya Mendengar. 

    Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,” (QS. Al-Baqarah [2]: 256).

    Ke sembilan belas Bashiran 

    Artinya Melihat. Bahwa Allah SWT bersifat Maha Melihat,

    … Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan,” (QS. Al-Hujurat [49]: 18).

    Ke dua puluh. Mutakalliman

    Artinya Berfirman atau Berkata-kata

    “Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung,” (QS. An-Nisa [4]: 164).

    sumber Ilustrasi: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Alijlas_kufi.png

  • Lafal Sayyidul Istighfar dan artinya, Keutamaan, serta Manfaat Membacanya

     

    sayyidul istighfar

    Lafal Sayyidul Istighfar dan Artinya, Keutamaan, serta Manfaat Membacanya

    Ragamkatakita.com –  Bismillahirohmaanirrohim. Alhamdulillah, Wasyukrulillah ‘ala ni’matillah. Asyhaduan laa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosuuluh.  Sahabat rakata yang semoga dirahmati oleh Allah SWT. mengutip dari NU OnlineSayyidul istighfar merupakan istighfar yang paling utama dari sekian banyak lafal istighfar.

    Hal ini tidak lain karena lafal sayyidul istighfar mengandung pengakuan seorang hamba atas ketuhanan sang pencipta, pengakuan terhadap nikmat yang diberikanNya, dan pengakuan atas dosa yang diperbuat.

    Lafal Sayyidul Istighfar dan Artinya

    اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ. أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ. وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ. فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

    Artinya: “Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau,” HR. Bukhari no. 6306).

    Keutamaan Sayyidul istighfar

    Di antara keutamaan laffal sayyidul istighfar adalah bahwa orang yang membacanya, baik di pagi hari maupun sore hari, maka ia termasuk ahli surga. 

    Hal ini sebagaimana di riwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam sebuah hadits dari Syaddad bin Aus bahwa Rasulullah SAW bersabda, yang artinya:

    “Siapa yang membaca sayidul istighfar di sore hari, lalu ia meninggal di malam itu, niscaya ia termasuk penghuni surga. Demikian juga berlaku bagi mereka yang membaca sayidul istighfar di pagi hari, lalu wafat di hari itu juga, niscaya ia termasuk penghuni surga.”

    Manfaat Istighfar

    Adapun manfaat istighfar secara umum yaitu sebagai berikut:

    1. Diampuninya dosa-dosa yang telah kita lakukan. 
    2. Membersihkan Hati yang kotor
    3. Sebagai bentuk syukur kita pada Allah SWT.
    4. Dicintai oleh Allah SWT.
    5. Terhindar dari Adzab.
    6. Melancarkan Rizki
    7. Menenangkan Batin

    Demikian beberapa manfaat beristighfar. Semoga kita termasuk hamba Allah yang senantiasa mensucikan diri dengan gemar beristighfar. Aamiin.

  • Kisah Inspiratif: Bu Siti, Guru dengan Ketulusan Hati

    Kisah Inspiratif. Selamat datang di seagreen-turtle-931955.hostingersite.com/! Pada kesempatan kali ini, kami ingin berbagi sebuah cerita yang menggugah hati tentang seorang guru inspiratif yang penuh ketulusan dalam mengajar. Artikel ini akan membawa Anda menyelami kehidupan Bu Siti, seorang guru di sebuah Desa yang tak jauh dari kota, yang dengan ikhlas dan sepenuh hati mendidik anak-anak bangsa.

    Di tengah keterbatasan sarana dan prasarana, Bu Siti tetap semangat dan gigih menjalankan tugas mulianya sebagai pendidik. Melalui kisah ini, Anda akan menemukan betapa pentingnya peran seorang guru yang ikhlas dalam mencerdaskan generasi muda dan bagaimana ketulusan hati mampu membawa perubahan besar dalam hidup murid-muridnya.

    Jangan lewatkan cerita inspiratif ini yang sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan dan dedikasi seorang guru inspiratif. Mari kita simak bersama dan ambil hikmah dari keteladanan Bu Siti. Selamat membaca!

    Kisah Inspiratif: Bu Siti, Guru dengan Ketulusan Hati

    Di sebuah desa kecil, yang tak jauh dari kota, hiduplah seorang guru yang sangat dihormati dan dicintai oleh murid-muridnya. Namanya Bu Siti. Dia mengajar di sebuah SD, sekolah dasar satu-satunya di desa tersebut. Meskipun sarana dan prasarana sekolah terbatas, semangat Bu Siti untuk mencerdaskan anak bangsa tidak pernah surut.

    Bu Siti bukanlah guru biasa. Dengan wajah yang selalu ceria dan senyum yang tulus, dia selalu datang lebih awal ke sekolah dan pulang paling akhir. Setiap hari, Bu Siti menyiapkan bahan ajar dengan penuh dedikasi. Dia sering membuat alat peraga sendiri dari bahan-bahan bekas agar murid-muridnya bisa lebih mudah memahami pelajaran.

    Ketulusan dalam Mengajar

    Bu Siti mengajar dengan hati. Dia memahami bahwa setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Karena itu, dia selalu berusaha memberikan perhatian khusus kepada murid yang mengalami kesulitan belajar. Salah satu muridnya, Andi, yang dikenal paling lambat dalam menangkap pelajaran, sering merasa minder dan tidak percaya diri. Namun, Bu Siti tidak pernah menyerah. Dia selalu memberi Andi dukungan dan motivasi, mengajarinya dengan sabar, bahkan di luar jam sekolah.

    Ketulusan Bu Siti dalam mengajar tidak hanya dirasakan oleh murid-muridnya, tetapi juga oleh orang tua mereka. Setiap kali ada pertemuan dengan orang tua murid, Bu Siti selalu memberikan laporan perkembangan anak dengan jujur dan apa adanya. Dia juga memberikan saran kepada orang tua tentang cara membantu anak-anak mereka belajar di rumah.

    Mengatasi Tantangan dengan Keikhlasan

    Suatu hari, sekolah tersebut mengalami kekurangan dana sehingga banyak fasilitas yang tidak bisa diperbaiki. Bu Siti tidak tinggal diam. Dia mengajak para murid dan orang tua bergotong royong membersihkan dan memperbaiki sekolah. Bu Siti bahkan menggunakan sebagian dari gajinya untuk membeli buku dan alat tulis bagi murid-murid yang kurang mampu.

    Meskipun Bu Siti hidup sederhana, dia selalu bersyukur dan merasa bahagia bisa berbagi dengan orang lain. Baginya, kebahagiaan sejati adalah melihat murid-muridnya berhasil dan meraih cita-cita mereka. Setiap kali ada murid yang lulus dan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, Bu Siti merasa usahanya tidak sia-sia.

    Inspirasi bagi Semua Orang

    Ketulusan dan keikhlasan Bu Siti dalam mengajar telah menginspirasi banyak orang di desa itu. Murid-muridnya tumbuh menjadi anak-anak yang cerdas dan berkarakter baik. Mereka selalu mengenang Bu Siti sebagai sosok yang telah memberikan mereka bukan hanya ilmu, tetapi juga kasih sayang dan perhatian.

    Kisah Bu Siti adalah cerminan betapa pentingnya peran seorang guru yang ikhlas dalam mengajar. Bu Siti mengajarkan kita bahwa keikhlasan dan ketulusan dalam melakukan sesuatu, terutama dalam mendidik generasi muda, adalah hal yang sangat berharga dan memiliki dampak yang luar biasa. Melalui keteladanan Bu Siti, kita belajar bahwa kebaikan dan keikhlasan adalah fondasi dari pendidikan yang sejati.

    Editor: Chotibul Umam

  • Pentingnya Pendidikan Akhlak di Era Digital

    Pentingnya Pendidikan Akhlak di Era Digital

    Oleh: Chotibul Umam

    Pendahuluan

    Di era digital yang semakin canggih ini, pendidikan akhlak memegang peranan penting dalam membentuk karakter generasi muda. Terlebih, tantangan yang dihadapi ummat manusia kedepan, akan erat kaitannya dengan aspek Attitude. Dimana kemajuan teknologi telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk cara kita berinteraksi dan memperoleh informasi. Kehadiran teknologi telah memudahkan manusia dalam mendapatkan apapun yang dibutuhkan. 

    Namun, di balik segala kemudahan yang ditawarkan, era digital juga membawa tantangan tersendiri dalam hal moral dan etika. Tidak sedikit orang yang terjebak pada pola pikir yang salah dalam menganggap kemajuan yang didapatkan, dengan tidak mengindahkan norma dan etika yang ada. 

    Oleh karena itu, penting untuk menanamkan pendidikan akhlak sejak dini agar anak-anak kita dapat menjadi individu yang berintegritas di tengah arus digitalisasi.

    Mengapa Pendidikan Akhlak Penting?

    Terdapat beberapa alasan yang mendasari mengapa pendidikan akhlak di era digital saat ini menjadi hal yang sangat penting. beberapa alasan tersebut diantaranya, pertama, pendidikan akhlak sebagai dasar pembentukan karakter dan keperibadian anak. Pendidikan akhlak berperan penting dalam membentuk karakter dan kepribadian anak-anak. Melalui pendidikan akhlak, nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan empati diajarkan dan ditanamkan sejak dini. 

    Kejujuran membantu anak-anak untuk selalu berkata dan bertindak benar, sementara tanggung jawab menumbuhkan sikap yang dapat dipercaya dan mampu menanggung konsekuensi dari setiap tindakan mereka. Empati mengajarkan mereka untuk memahami dan merasakan perasaan orang lain, sehingga dapat berinteraksi dengan penuh kepedulian dan hormat.

    Nilai-nilai ini tidak hanya penting untuk kehidupan pribadi, tetapi juga untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan saling menghargai. Oleh karena itu, pendidikan akhlak harus menjadi bagian integral dari kurikulum pendidikan di sekolah maupun di rumah, agar generasi mendatang tumbuh menjadi individu yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi masyarakat.

    Ke dua, di era digital, anak-anak terpapar berbagai informasi dan konten yang tidak selalu positif. Pendidikan akhlak membantu mereka memilah dan memilih informasi yang baik serta menghindari pengaruh negatif. Dengan nilai-nilai akhlak yang kuat, anak-anak dapat lebih bijak dalam menggunakan teknologi dan media sosial. Mereka akan belajar untuk kritis terhadap informasi yang diterima, menghindari hoaks, dan tidak terpengaruh oleh konten yang merusak. Pendidikan akhlak juga membekali mereka dengan kemampuan untuk menjaga privasi, menghormati orang lain di dunia maya, dan bertanggung jawab atas setiap jejak digital yang mereka tinggalkan.

    Ketiga, Media sosial sering kali menjadi tempat di mana norma dan etika mudah diabaikan. Dengan pendidikan akhlak, anak-anak diajarkan untuk tetap berperilaku sopan dan bertanggung jawab dalam setiap aktivitas online mereka. Mereka belajar pentingnya menjaga kesantunan dalam berkomunikasi, menghindari bullying dan perilaku negatif lainnya. Selain itu, pendidikan akhlak membantu mereka memahami dampak dari tindakan mereka di dunia maya, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Dengan demikian, anak-anak dapat menggunakan media sosial secara positif, membangun hubungan yang sehat, dan berkontribusi pada lingkungan digital yang lebih aman dan bermartabat.

    Implementasi Pendidikan Akhlak di Era Digital

    Pendidikan akhlak di era digital dapat dilakukan melalui beberapa langkah implementasi. Pertama, menerapkan pembelajaran berbasis teknologi. Teknologi dapat digunakan sebagai alat untuk mengajarkan pendidikan akhlak. Misalnya, melalui aplikasi pendidikan yang menyajikan cerita atau permainan yang mengandung pesan moral. Aplikasi ini dapat membuat pembelajaran lebih menarik dan interaktif bagi anak-anak. Selain itu, video animasi dan program edukatif online dapat menyampaikan nilai-nilai akhlak secara efektif. Teknologi juga memungkinkan akses ke berbagai sumber belajar yang memperkaya pemahaman mereka tentang etika dan moralitas. Dengan memanfaatkan teknologi, pendidikan akhlak dapat disampaikan dengan cara yang modern dan relevan, sesuai dengan kebutuhan dan gaya belajar generasi digital saat ini.

    Kedua, Integrasi pendidikan akhlak dalam kurikulum. Kurikulum sekolah harus memasukkan pendidikan akhlak sebagai bagian integral. Guru berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai moral melalui berbagai aktivitas dan pelajaran sehari-hari. Melalui contoh nyata, diskusi, dan refleksi, siswa dapat memahami pentingnya kejujuran, tanggung jawab, dan empati. Guru juga dapat mengintegrasikan nilai-nilai moral dalam setiap mata pelajaran, menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan karakter siswa. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menghasilkan individu yang cerdas secara akademis, tetapi juga berakhlak mulia, siap berkontribusi positif dalam masyarakat.

    Ketiga, Orang tua harus terlibat aktif dalam pendidikan akhlak anak. Pengawasan dan bimbingan dalam penggunaan gadget dan media sosial sangat diperlukan untuk memastikan anak-anak terpapar konten yang bermanfaat. Selain itu, orang tua perlu memberikan contoh perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Komunikasi yang terbuka dan dialog tentang nilai-nilai moral dapat membantu anak memahami dan menerapkan akhlak yang baik. Melalui keterlibatan yang konsisten dan kolaborasi dengan sekolah, orang tua dapat memastikan perkembangan karakter anak yang seimbang dan positif.

    Kesimpulan

    Di era digital, pendidikan akhlak menjadi krusial dalam membentuk karakter generasi muda. Kemajuan teknologi memudahkan kehidupan, tetapi juga menimbulkan tantangan moral dan etika. Oleh karena itu, pendidikan akhlak harus ditanamkan sejak dini agar anak-anak menjadi individu berintegritas.

    Pendidikan akhlak penting karena: pertama, membentuk karakter dan kepribadian dengan nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan empati. Kedua, membantu anak memilah informasi positif dan menghindari pengaruh negatif. Ketiga, mengajarkan etika berperilaku sopan di media sosial.

    Implementasi pendidikan akhlak melibatkan penggunaan teknologi dalam pembelajaran, integrasi dalam kurikulum sekolah, dan keterlibatan aktif orang tua dalam pengawasan dan bimbingan. Dengan demikian, generasi mendatang akan tumbuh menjadi individu berakhlak mulia dan bermanfaat bagi masyarakat.

  • Puisi Cinta: Kenangan yang Kutitipkan Pada Lelaki Bermata Biru

    puisi cinta

    Kenangan yang Kutitipkan Pada lelaki Bermata Biru

    Oleh: Mai Hamdati

    Saat itu tak ada senja dan bulan, bahkan kelebat cahaya saat keretaku perlahan menjauh dari stasiun, di sebelah tugu kotamu itu. Jika jalan ini menuju kenangan, kenapa aku masih saja kehilangan?

    Ataukah kepergian ini adalah kehilangan yang lain, yang menghidupkan kenanganku padamu. Telah kutitipkan surat pada angin, sehingga dapat kau cumbui diriku dalam setiap tarikan udara yang kau hirup di antara bau pengap abu rokokmu dan lembaran lembaran kertas puisimu, maka kau akan tahu, betapa cemas aku, di sini, di kotaku, untuk mengambil sisa kenanganku, yang kutitipkan padamu.

    Masih di masa lalu, masih belum beranjak dari lelaki bermata biru, dan rasanya masih terlalu berharga untuk dilupakan begitu saja. Jika kau bisa melihatnya sayang, betapa misterius senyummu itu, seperti matahari sesaat sebelum senja membakar dan menenggelamkan tubuhnya, maka seperti selembar bibirmu yang  tersenyum tipis saat kita sepakat untuk berpisah.

    Kita pernah duduk bersama di tepi telaga. Menggambar pelangi di atas airnya.  Tak ada yang bicara di antara kita, seperti apa warna pelangi yang sesungguhnya. Membiarkan  langit berbisik di atas kepala kita tentang segala yang berbeda, tentang aku yang selalu bercermin di matamu, tentang kau yang tak bisa melihat apapun.

    Malam memang gelap sayang, tapi terkadang menjadi tempat yang paling menenangkan. Mungkin kau tak pernah merasakannya, karena di matamu siang dan malam sama-sama hitam, bahkan tanah yang kau pijak hanyalah segumpal bola hitam yang terus menggulirkan tubuhmu. 

    Mungkin itu yang membuatmu bisa merasakan angin lebih dari siapapun. Kau adalah satu-satunya lelaki bermata biru yang sanggup menari hanya dengan diiringi semilir angin senja. 

    Sayang, Aku rasa, Jika  malaikat di surga memang ada, maka dia telah merasuk ke dalam tubuhmu. Malaikat bermata biru yang menjadikanmu laut dan sekaligus sebuah pelabuhan untukku.

    Mungkin kau tak membutuhkan sebuah alasan seperti aku yang tak pernah memberimu jawaban atas kepergianku. Tapi asal kau tahu. Ternyata, sebuah laut tidak pernah membawaku ke mana-mana. Mataku yang bisa melihat, hanya bisa melihat matamu yang biru, hanya biru lautmu meski kau tak lagi bisa merasakan lembutnya tanganku dalam genggamanmu.


    -2012-

    Sumber Ilustrasi: https://www.pikist.com/free-photo-sswpg/id