Blog

  • Puisi Cinta: Bawalah Aku Bersamamu

    puisi cinta

    Bawalah Aku Bersamamu

    Oleh: Mai Hamdati

    Sayang, sedang apa kau di sana
    Masihkah Berjibaku dengan mimpimu yang gersang
    mengikuti gemerlap lampu-lampu kota
    penuh harapan
    sedangkan sudah lama
    kau biarkan rambut panjangmu berserakan
    di buritan hatiku yang menyimpan
    setiap kenangan
    Seandainya saja dapat kutemukan kau
    di negeri senja
    atau bahkan di sebuah rumah tua
    -tempat para pengelana singgah
    -untuk sekedar menenggak sisa mimpi
    -sebagai tanda hilangnya nasib dari kendali-

    Sayang, tiba-tiba aku teringat
    Pada sebuah sore sebelum gerimis
    saat kita sama-sama berbagi cerita
    tentang luka dari masa lalu kita
    dan diam-diam kau letakkan lelahmu di sana
    yang kemudian kuambil separuhnya
    Saat itu, kubaca setiap daun yang jatuh
    dari tangkai pohon beringin yang hampir rubuh
    di pojok hati kita yang lusuh
    mencoba mencari jawaban
    dari luka yang tiba-tiba menggores hatiku
    saat kau pergi begitu saja
    meninggalkan cintaku pada sebuah koma
    lihat: Musikalisasi Puisi: Bawalah Aku Bersamamu

    Sayang, entah sudah berapa purnama
    aku menunggumu, hanya bisa tetdiam terpaku
    Aku menggigil, melihat hujan memadamkan api di tubuh bumi. 
    Aku membeku, melihat gerimis  yang jatuh di atas daun-daun,
    memang tidak seindah embun,
    tapi cukup kuat untuk menggumpalkan kesepianku. 
    Aku bukan lagi debu kering yang bisa diterbangkan angin,
    tapi juga tidak terlalu basah untuk bisa menetap.
    Genggam aku, dan masukan ke dalam kopermu.  
    karena ku yakin  hanya aku yang mampu menenangkanmu

    Sayang, bawalah aku bersamamu
    mengais mimpi
    mungkin di antara jalanan yang berdebu
    atau degup jantung bertalu-talu yang telah
    memukuli perutmu hingga semakin membiru
    Tapi, sungguh itu lebih baik untukku
    dari pada menjadi kupu-kupu
    yang terpaksa merelakan sayapnya sendiri
    dan berpura-pura bahagia dengan sayap lain
    yang membuatku tidak akan pernah bisa terbang- 
    Sayang, dimanapun kau berada sekarang
    bisakah kau keluar sebentar
    Untuk melihat satu bintang
    Yang berdiri di langit sendirian
    dengan kerlip cahayanya yang hampir memudar
    sehingga bisa kau baca pesan singkat ini
    dan pada seperempat malam terakhir berikutnya
    aku akan menunggumu
    untuk membawaku pergi bersamamu


    Tanggamus, 2009-



    Sumber Ilustasi: https://www.flickr.com/photos/ariken/7001996122

  • Puisi Cinta: Menantimu

    puisi cinta









    Menantimu

    Karya: Mai Hamdati

    Haruskan aku menjadi daun yang menanti hujan
    ketika kemarau baru sampai di separuh perjalanan
    Haruskah aku menjadi pasir yang menanti desir angin 
    dipagi yang basah
    Haruskah aku menjadi gerimis yang menanti tetes terakhir
    di mata langit yang sendu
    senyatanya, aku hanya batu didasar sungai yang menantimu
    di dalam perasaan yang keruh dan rindu yang keruh

    Tanggamus, 2009
  • Daftar Buku Taman Baca “Gerbang Literasi”

     

    DAFTAR BUKU

    1. Prophetic Education (Leterasi, M, Roqib)
    2. Honorer Undercover (Novel, Chotibul Umam)
    3. Secercah Harapan, di balik Program Guru Penggerak (Literasi, Chotibul Umam, dkk)
    4.  
    ket. daftar buku akan terus di update.

  • Gagasan: Subsidi Pemerintah untuk Honor Guru di Sekolah Unggulan

    Subsidi Pemerintah untuk Honor Guru di Sekolah Unggulan

    Oleh: Chotibul Umam
    Salah satu faktor yang menyebabkan tingginya biaya sekolah di lembaga-lembaga pendidikan unggulan adalah honor guru yang harus dibayar oleh wali murid.

     

    Pendahuluan

    Pendidikan berkualitas adalah hak setiap anak bangsa, namun kenyataannya, akses terhadap sekolah-sekolah unggulan masih terbatas pada kalangan yang mampu secara finansial. Salah satu faktor yang menyebabkan tingginya biaya sekolah di lembaga-lembaga pendidikan unggulan adalah honor guru yang harus dibayar oleh wali murid. Untuk mengatasi ketimpangan ini, pemerintah dapat memberikan subsidi khusus untuk honor guru di sekolah-sekolah unggulan, sehingga biaya pendidikan menjadi lebih terjangkau bagi semua kalangan.

    Gagasan Utama

    1. Subsidi Honor Guru oleh Pemerintah:

    Pemerintah mengalokasikan anggaran khusus untuk membayar honor guru di sekolah-sekolah unggulan. Dengan demikian, beban biaya yang biasanya ditanggung oleh wali murid dapat dikurangi secara signifikan. Subsidi ini tidak hanya akan meringankan beban finansial wali murid tetapi juga memastikan bahwa guru-guru berkualitas mendapatkan upah yang layak.

    2. Seleksi dan Akreditasi Sekolah Penerima Subsidi:

    Pemerintah menetapkan kriteria seleksi dan akreditasi yang ketat untuk sekolah-sekolah yang layak menerima subsidi. Kriteria ini meliputi standar kualitas pendidikan, prestasi akademis, serta kontribusi terhadap masyarakat. Hanya sekolah yang memenuhi standar tertentu yang dapat menerima subsidi, memastikan bahwa anggaran pemerintah digunakan secara efektif.

    3. Pengawasan dan Evaluasi:

    Untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas, pemerintah membentuk tim pengawas yang bertugas memantau penggunaan subsidi. Evaluasi rutin dilakukan untuk memastikan bahwa subsidi digunakan sesuai tujuan dan memberikan dampak positif bagi peningkatan akses dan kualitas pendidikan.

    4. Skema Subsidi Berbasis Kinerja:

    Subsidi honor guru diberikan berdasarkan kinerja dan prestasi sekolah. Sekolah-sekolah yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam prestasi akademis, partisipasi siswa, dan inovasi pembelajaran mendapatkan prioritas dalam penerimaan subsidi. Hal ini mendorong sekolah untuk terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan.

    5. Kerjasama dengan Sektor Swasta dan Filantropi:

    Pemerintah juga dapat mengajak sektor swasta dan lembaga filantropi untuk berkontribusi dalam program subsidi ini. Dengan kemitraan yang kuat antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, program ini dapat memiliki dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.

    Manfaat Subsidi

    1. Akses Pendidikan Berkualitas untuk Semua:

    Dengan adanya subsidi, sekolah-sekolah unggulan yang sebelumnya hanya dapat diakses oleh kalangan mampu kini dapat dinikmati oleh siswa dari berbagai latar belakang ekonomi. Hal ini membuka kesempatan lebih besar bagi semua anak untuk mendapatkan pendidikan terbaik.

    2. Peningkatan Kualitas Pendidikan Nasional:

    Dengan mendukung sekolah-sekolah unggulan, pemerintah turut berinvestasi dalam peningkatan kualitas pendidikan nasional secara keseluruhan. Guru-guru yang berkualitas dan didukung secara finansial dapat lebih fokus pada inovasi pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan.

    3. Meringankan Beban Finansial Keluarga:

    Subsidi ini akan meringankan beban finansial keluarga, khususnya mereka yang ingin memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya namun terbatas oleh kemampuan ekonomi. Dengan biaya sekolah yang lebih terjangkau, lebih banyak keluarga dapat mengakses pendidikan unggulan.

    Kesimpulan

    Program subsidi honor guru di sekolah-sekolah unggulan adalah langkah strategis untuk meningkatkan akses pendidikan berkualitas bagi semua kalangan. Dengan dukungan finansial dari pemerintah, sekolah-sekolah unggulan dapat menurunkan biaya pendidikan tanpa mengorbankan kualitas. Ini bukan hanya investasi dalam pendidikan, tetapi juga dalam masa depan bangsa. Dengan pendidikan yang lebih merata dan berkualitas, kita dapat mencetak generasi penerus yang lebih siap menghadapi tantangan global dan berkontribusi bagi kemajuan negara.

    Punya ide/ atau gagasan menarik? atau suka menulis artikel? jangan biarkan ide anda hilang begitu saja, kirim tulisan anda ke seagreen-turtle-931955.hostingersite.com/. dengan cara klik disini

  • Taman Baca “Gerbang Litarasi”

     

    Taman Bca “Gerbang Literasi” adalah taman baca yang diinisiasi oleh komunitas literasi Taman Cendekia

    Menyediakan berbagai buku bacaan, GL diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk meningkatkan kegiatan literasi masyarakat.

    Kegiatan Gerbang Lierasi bisa dilihat disini

    Daftar buku Taman Baca Gerbang Literasi, klik disini

    GL juga menerima sumbangan buku dari masyarakat. Untuk menyumbangkan buku, anda bisa menghubungi kontak dibawah ini

    WA: 082180454525

    email: maihamdati@gmail.com

    Salam, 

    koordinator

  • Guru yang Merdeka

    Guru yang merdeka. Sebuah slogan baru dalam dunia pendidikan yang dicetuskan oleh Menteri Pendidikan adalah “merdeka belajar.” Sebuah kalimat yang ingin melepaskan setiap insan pendidikan dari belenggu-belenggu yang mengekang proses pendidikan. Belenggu-belenggu yang membuat proses pendidikan tidak berjalan ke arah yang seharusnya dan menyisakan keluhan serta persoalan bagi orang-orang yang terlibat langsung di dunia pendidikan.

    Pendidikan yang seharusnya membebaskan murid dari tekanan dan beban berat yang tidak perlu justru berhadapan pada persoalan teknis yang seharusnya selesai di tingkat pengambil kebijakan. 

    Dengan kacamata yang berbeda, penyusunan perangkat belajar yang terlalu lengkap dan njlimet adalah salah satu contoh beban yang harus dipikul guru yang imbasnya dirasakan murid. Murid harus kehilangan perhatian penuh guru lantaran guru sibuk dengan urusan administrasi.

    Merdeka Belajar, Merdeka Mengajar

    Dalam kerangka merdeka belajar, seorang guru juga harus merdeka. Guru yang merdeka adalah guru yang bebas dari tekanan administratif yang berlebihan, sehingga dapat fokus pada esensi dari tugas mereka, yaitu mengajar dan mendidik. Seorang guru yang terbelenggu oleh tugas-tugas administratif tidak akan bisa memberikan perhatian penuh kepada siswa, yang pada akhirnya akan menghambat proses belajar mengajar.

    Merdeka belajar bukan hanya tentang memberikan kebebasan kepada siswa untuk belajar dengan cara yang paling sesuai bagi mereka, tetapi juga tentang memberikan kebebasan kepada guru untuk mengajar dengan cara yang paling efektif. Guru yang merdeka dapat menciptakan lingkungan belajar yang inovatif dan inspiratif, yang pada akhirnya akan mendorong siswa untuk belajar dengan lebih baik dan lebih efektif.

    Peran Pemerintah dalam Mewujudkan Guru yang Merdeka

    Peran pemerintah sangat penting dalam mewujudkan guru yang merdeka. Pemerintah harus menyederhanakan birokrasi dan tugas-tugas administratif yang harus dilakukan oleh guru. Selain itu, pemerintah juga harus menyediakan pelatihan dan pengembangan profesional yang berkelanjutan untuk para guru, sehingga mereka dapat terus meningkatkan kompetensi dan keterampilan mereka.

    Dengan memberikan dukungan yang memadai, baik dari segi kebijakan maupun fasilitas, pemerintah dapat membantu menciptakan lingkungan di mana guru dapat mengajar dengan lebih bebas dan efektif. Kebijakan merdeka belajar harus diikuti dengan kebijakan merdeka mengajar, di mana guru diberikan kebebasan untuk mengembangkan metode pengajaran yang paling sesuai dengan kebutuhan siswa mereka.

    Dampak Positif dari Guru yang Merdeka

    Guru yang merdeka akan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih baik kepada siswa. Dengan berkurangnya beban administratif, guru dapat lebih fokus pada pengembangan materi pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Hal ini akan membuat proses belajar mengajar menjadi lebih menarik dan menyenangkan bagi siswa.

    Selain itu, guru yang merdeka juga akan lebih mampu mengembangkan hubungan yang lebih baik dengan siswa. Dengan lebih banyak waktu dan energi yang dapat dihabiskan untuk memahami kebutuhan dan potensi masing-masing siswa, guru dapat membantu siswa untuk mencapai hasil belajar yang lebih baik.

    Kesimpulan

    Merdeka belajar dan merdeka mengajar adalah dua sisi dari koin yang sama. Untuk mewujudkan pendidikan yang benar-benar merdeka, perlu ada perubahan signifikan dalam cara kita memandang peran guru dan siswa dalam proses pendidikan. Guru yang merdeka adalah kunci untuk menciptakan lingkungan belajar yang bebas, kreatif, dan inspiratif. Dukungan dari pemerintah dan pemangku kebijakan sangat diperlukan untuk mewujudkan visi ini. Dengan memberikan kebebasan kepada guru, kita tidak hanya membebaskan mereka dari beban administratif yang berlebihan, tetapi juga membuka jalan bagi terciptanya pendidikan yang lebih baik dan lebih bermakna bagi seluruh peserta didik.


    Editor: Chotibul Umam

  • Humor Guru yang Bikin Ngakak, Prcobaan Ilmiah pak Budi

    Humor Guru yang Bikin Ngakak. Selamat datang di seagreen-turtle-931955.hostingersite.com/ yang selalu menyajikan kisah-kisah seru dan menghibur! Kali ini, kami punya cerita lucu yang pasti bikin kalian tertawa terbahak-bahak. 

    Siapa bilang dunia pendidikan selalu serius? Di balik kehebatan seorang guru, terkadang tersimpan kisah-kisah jenaka yang bisa membuat hari-hari kita lebih berwarna. Dalam artikel ini, kami akan mengajak kalian menyimak cerita “humor guru” yang melibatkan Pak Budi, seorang guru Fisika yang ketahuan merokok oleh muridnya yang usil. Cerita ini tidak hanya kocak, tapi juga penuh dengan pesan positif. Jadi, siapkan diri kalian untuk tertawa dan mengambil hikmah dari humor guru yang satu ini!

    untuk kisah humor guru lainya klik disini

    Selamat membaca dan jangan lupa share cerita ini untuk menghibur teman-teman kalian!

    Di sebuah sekolah yang tenang, ada seorang guru Fisika, bernama Pak Budi yang sangat dihormati oleh murid-muridnya. Pak Budi dikenal sebagai guru yang tegas namun baik hati, selalu siap membantu murid-muridnya dalam memahami rumus-rumus yang rumit.

    Suatu hari, setelah mengajar kelas terakhirnya, Pak Budi merasa sangat penat. Dia memutuskan untuk menyelinap ke sudut terpencil di belakang sekolah untuk merokok, sebuah kebiasaan yang dia sembunyikan dari murid-murid dan rekan-rekannya. Pak Budi berpikir bahwa tempat itu cukup aman dan tak seorang pun akan melihatnya.

    Saat sedang asyik merokok, tiba-tiba dari balik semak-semak muncul Andi, salah satu muridnya yang terkenal usil. Mata Andi membelalak melihat Pak Budi dengan sebatang rokok di tangannya.

    Andi: “Pak Budi! Apa yang Bapak lakukan?!”

    Pak Budi yang terkejut mencoba menyembunyikan rokoknya, tapi terlambat. Wajahnya memerah dan dia kebingungan mencari alasan.

    Pak Budi: “Oh, Andi… eh, ini… ini cuma percobaan ilmiah! Iya, percobaan ilmiah tentang… tentang asap!”

    Andi menyipitkan mata, tampak tidak percaya.

    Andi: “Percobaan ilmiah? Tentang asap? Bapak serius?”

    Pak Budi mencoba berpikir cepat, mencari-cari alasan lain yang lebih masuk akal.

    Pak Budi: “Iya, Andi! Bapak sedang mencoba memahami bagaimana asap bergerak di udara. Ini untuk pelajaran fisika besok!”

    Andi tertawa terbahak-bahak mendengar alasan Pak Budi.

    Andi: “Pak, kalau Bapak mau belajar tentang asap, kenapa nggak pake asap dari knalpot aja? Lebih banyak asapnya!”

    Pak Budi hanya bisa tertawa kecut, tahu bahwa alasannya tidak masuk akal. Dia menghela napas dan memutuskan untuk jujur.

    Pak Budi: “Baiklah, Andi. Bapak akui, ini kebiasaan buruk Bapak. Tapi, Bapak minta tolong jangan bilang siapa-siapa, ya?”

    Andi tersenyum nakal, merasa memiliki sedikit kekuasaan atas gurunya.

    Andi: “Baiklah, Pak. Tapi ada syaratnya. Saya minta tambahan nilai untuk PR Fisika saya!”

    Pak Budi tertawa dan menggelengkan kepala.

    Pak Budi: “Kamu memang pintar, Andi. Tapi nilai tetap harus didapatkan dengan usaha. Gimana kalau kita buat kesepakatan? Kamu bantu Bapak untuk berhenti merokok, dan Bapak akan kasih kamu bimbingan ekstra buat matematika.”

    Andi berpikir sejenak, lalu mengangguk setuju.

    Andi: “Deal, Pak! Saya akan pastikan Bapak nggak merokok lagi!”

    Sejak hari itu, Andi sering mengawasi Pak Budi, memastikan bahwa dia tidak merokok lagi. Dan Pak Budi, berkat dukungan dari Andi, perlahan-lahan berhasil menghilangkan kebiasaan buruknya itu. Mereka berdua menjadi lebih dekat, dan Andi pun mendapatkan nilai matematika yang lebih baik berkat bimbingan ekstra dari Pak Budi.

    Cerita ini menyebar di kalangan murid-murid lain, namun tidak ada yang mengolok-olok Pak Budi. Justru, mereka semakin menghormati gurunya yang berusaha untuk menjadi lebih baik demi mereka.


    Editor: Chotibul Umam

  • Kisah Guru Inspiratif Ibu Muslimah dari Laskar Pelangi

    Kisah Guru Inspiratif Ibu Muslimah dari Laskar Pelangi

    Dalam dunia pendidikan, peran seorang guru tidak hanya sebatas menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga menginspirasi dan membentuk karakter generasi penerus bangsa. Salah satu sosok yang sangat menginspirasi adalah Ibu Muslimah Hafsari, seorang guru dari Belitung Timur yang kisahnya diabadikan dalam novel dan film terkenal “Laskar Pelangi” karya Andrea Hirata. Kisah nyata ini menggambarkan bagaimana seorang guru inspiratif dapat mengubah nasib murid-muridnya dan memberikan harapan baru bagi komunitasnya.

    Ibu Muslimah, dengan segala keterbatasan fasilitas di SD Muhammadiyah Gantong, tetap gigih dan penuh dedikasi dalam mengajar. Ia tidak hanya menyampaikan pelajaran akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kehidupan seperti kejujuran, disiplin, dan kerjasama. Metode mengajarnya yang kreatif dan penuh kasih sayang mampu membangkitkan semangat belajar murid-murid yang sebelumnya kurang termotivasi. 

    Artikel ini akan mengajak Anda menyelami lebih dalam kisah inspiratif Ibu Muslimah, serta memahami bagaimana dedikasi seorang guru dapat memberikan dampak besar bagi masyarakat

    Mari kita simak bersama kisah lengkap Ibu Muslimah, guru inspiratif yang telah menginspirasi banyak orang dan menjadi simbol ketulusan dalam dunia pendidikan.

    Kisah Guru Inspiratif: Ibu Muslimah, Guru dari Laskar Pelangi

    Ibu Muslimah Hafsari adalah sosok guru yang menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama melalui novel dan film “Laskar Pelangi” karya Andrea Hirata. Nama aslinya adalah Muslimah Hafsari dan beliau adalah seorang guru di SD Muhammadiyah di Gantong, Belitung Timur. Kisah pengabdiannya menggugah hati banyak orang dan memberikan inspirasi bagi dunia pendidikan di Indonesia.

    Melalui pengabdiannya, Ibu Muslimah menunjukkan bahwa guru inspiratif memiliki peran vital dalam menciptakan perubahan positif. Kisah perjuangannya yang nyata dan penuh pengorbanan memberikan pelajaran berharga bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk masa depan yang lebih baik.

    Dedikasi di Tengah Keterbatasan

    Pada tahun 1970-an, SD Muhammadiyah Gantong merupakan sekolah yang sangat sederhana dengan fasilitas yang sangat minim. Bangunan sekolah sering kali hampir roboh dan kekurangan alat-alat pembelajaran. Meski demikian, Ibu Muslimah tidak pernah menyerah dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik.

    Setiap hari, Ibu Muslimah harus menghadapi tantangan besar. Murid-muridnya datang dari keluarga miskin yang sering kali harus membantu orang tua mereka bekerja. Jumlah siswa yang sedikit dan sering absen membuat proses belajar mengajar menjadi sulit. Namun, Ibu Muslimah tetap semangat dan penuh kasih sayang dalam mengajar. Dia percaya bahwa setiap anak memiliki potensi yang harus dikembangkan.

    Metode Mengajar yang Inspiratif

    Ibu Muslimah dikenal dengan metode mengajarnya yang penuh dengan kreativitas. Beliau tidak hanya mengajar pelajaran akademik, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kehidupan, seperti disiplin, kerjasama, dan kejujuran. Beliau sering kali menggunakan cerita-cerita inspiratif dan pengalaman hidup untuk memotivasi murid-muridnya.

    Salah satu momen yang paling mengesankan adalah ketika Ibu Muslimah dan Pak Harfan, kepala sekolah, berusaha keras untuk mempertahankan sekolah mereka agar tidak ditutup karena kekurangan murid. Mereka rela mengajar tanpa gaji dan mencari cara agar anak-anak tetap semangat belajar. Perjuangan mereka tidak sia-sia, karena murid-murid mereka akhirnya bisa meraih prestasi yang membanggakan.

    Pengaruh dan Warisan

    Kisah Ibu Muslimah dan murid-muridnya, yang kemudian dikenalkan dalam sebuah novel “Laskar Pelangi”, membawa dampak besar setelah novel karya Andrea Hirata diterbitkan dan diadaptasi menjadi film. Kisah ini membuka mata banyak orang tentang pentingnya pendidikan dan perjuangan para guru di daerah terpencil. Ibu Muslimah menjadi simbol dedikasi dan ketulusan seorang guru yang mampu menginspirasi banyak orang.

    Setelah suksesnya “Laskar Pelangi”, perhatian terhadap pendidikan di Belitung Timur meningkat. Banyak bantuan datang untuk memperbaiki fasilitas sekolah dan meningkatkan kualitas pendidikan. Warisan Ibu Muslimah tetap hidup dalam hati banyak orang dan menginspirasi para pendidik di seluruh Indonesia.

    Kesimpulan

    Ibu Muslimah adalah contoh nyata dari seorang guru yang mengabdikan dirinya dengan penuh cinta dan semangat. Meski dalam keterbatasan, beliau mampu memberikan yang terbaik bagi murid-muridnya dan menginspirasi banyak orang melalui kisah nyata yang mengharukan. Dedikasi dan perjuangannya menjadi teladan bagi kita semua bahwa pendidikan adalah kunci untuk masa depan yang lebih baik.

    Kisah ini adalah salah satu dari banyak kisah inspiratif guru di Indonesia yang menunjukkan betapa besar pengaruh seorang guru dalam membentuk masa depan anak-anak.

  • Kemendikbudristek Jamin Kebebasan guru dalam memilih metode dalam mengajarkan sastra

    Gambar modifikasi by AI

    Jakarta, 31 Juni 2024. Kemendikbudristek menyatakan bahwa guru bebas memilih metode ketika mengajarkan sastra kepada siswa, karena penggunaan sastra bersifat opsional dan hanya sebagai alat bantu. Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Anindito Aditomo menegaskan,
    “Sekali lagi ini bukan kewajiban, karena daftar karya ini adalah karya-karya yang sudah ditelaah dan diberi rambu-rambu serta panduan cara penggunaannya supaya lebih produktif.” 
    Untuk membantu guru, Kemendikbudristek bersama tim kurator akan menerbitkan kembali buku panduan sastra yang telah diperbarui untuk menghindari polemik. Buku ini bertujuan agar guru dapat memilih karya sastra yang sesuai dengan nilai-nilai dan kesiapan muridnya, mirip dengan sistem rating pada film.

    Anindito mengakui bahwa banyak guru belum terbiasa menggunakan sastra dalam pengajaran, sehingga panduan dan contoh modul ajar terus dilengkapi. “Kita juga akan terus melengkapi panduannya dengan contoh-contoh modul ajar, sudah ada tiga yang kita terbitkan contohnya,” jelasnya.

    Kemendikbudristek juga sedang mengembangkan pelatihan digital untuk pengajaran sastra. Anindito mengatakan, 

    “Kita juga mengembangkan contoh-contoh praktik baik yang bisa dilihat oleh para guru tentang cara menerapkannya, dan guru juga kita dorong untuk berbagi praktik baiknya melalui platform merdeka mengajar.”

    Dengan pendekatan ini, diharapkan para guru dapat mengajar sastra dengan lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa.

    Disarikan dari berbagai sumber

  • Puisi Cinta: Kata Hati

    puisi cinta

    Kata Hati

    Karya : Kang Thohir 

    Engkau selalu di sisi
    Duka bahagia dan tawa 
    dekapan seruan jiwa ini

    Selalu setia tiada berpaling 
    Seia sekata saling beriring

    Merajut kata-kata di setiap aksara
    Menjalin bersama-sama
    Seiring waktu terpaut asa terbuai waktu dan ruang jarak kita

    Permata hidupku adalah selalu bersamamu
    dirimu berharga bagiku
    Walau jarak merentang jauh
    Namun di hati doaku selalu bersamamu di setiap bilangan malamku

    Brebes, 4 Juni 2021





    Sumber Ilustrasi:https://www.pexels.com/id-id/foto/1831701/