Blog

  • Puisi Cinta: Bawalah Aku Bersamamu

    puisi cinta

    Bawalah Aku Bersamamu

    Oleh: Mai Hamdati

    Sayang, sedang apa kau di sana
    Masihkah Berjibaku dengan mimpimu yang gersang
    mengikuti gemerlap lampu-lampu kota
    penuh harapan
    sedangkan sudah lama
    kau biarkan rambut panjangmu berserakan
    di buritan hatiku yang menyimpan
    setiap kenangan
    Seandainya saja dapat kutemukan kau
    di negeri senja
    atau bahkan di sebuah rumah tua
    -tempat para pengelana singgah
    -untuk sekedar menenggak sisa mimpi
    -sebagai tanda hilangnya nasib dari kendali-

    Sayang, tiba-tiba aku teringat
    Pada sebuah sore sebelum gerimis
    saat kita sama-sama berbagi cerita
    tentang luka dari masa lalu kita
    dan diam-diam kau letakkan lelahmu di sana
    yang kemudian kuambil separuhnya
    Saat itu, kubaca setiap daun yang jatuh
    dari tangkai pohon beringin yang hampir rubuh
    di pojok hati kita yang lusuh
    mencoba mencari jawaban
    dari luka yang tiba-tiba menggores hatiku
    saat kau pergi begitu saja
    meninggalkan cintaku pada sebuah koma
    lihat: Musikalisasi Puisi: Bawalah Aku Bersamamu

    Sayang, entah sudah berapa purnama
    aku menunggumu, hanya bisa tetdiam terpaku
    Aku menggigil, melihat hujan memadamkan api di tubuh bumi. 
    Aku membeku, melihat gerimis  yang jatuh di atas daun-daun,
    memang tidak seindah embun,
    tapi cukup kuat untuk menggumpalkan kesepianku. 
    Aku bukan lagi debu kering yang bisa diterbangkan angin,
    tapi juga tidak terlalu basah untuk bisa menetap.
    Genggam aku, dan masukan ke dalam kopermu.  
    karena ku yakin  hanya aku yang mampu menenangkanmu

    Sayang, bawalah aku bersamamu
    mengais mimpi
    mungkin di antara jalanan yang berdebu
    atau degup jantung bertalu-talu yang telah
    memukuli perutmu hingga semakin membiru
    Tapi, sungguh itu lebih baik untukku
    dari pada menjadi kupu-kupu
    yang terpaksa merelakan sayapnya sendiri
    dan berpura-pura bahagia dengan sayap lain
    yang membuatku tidak akan pernah bisa terbang- 
    Sayang, dimanapun kau berada sekarang
    bisakah kau keluar sebentar
    Untuk melihat satu bintang
    Yang berdiri di langit sendirian
    dengan kerlip cahayanya yang hampir memudar
    sehingga bisa kau baca pesan singkat ini
    dan pada seperempat malam terakhir berikutnya
    aku akan menunggumu
    untuk membawaku pergi bersamamu


    Tanggamus, 2009-



    Sumber Ilustasi: https://www.flickr.com/photos/ariken/7001996122

  • Puisi Sapardi Djoko Damono: Hujan Bulan Juni

    puisi Sapardi Djoko Damono

    Hujan Bulan Juni

    Karya: Sapardi Djoko Damono

    Tak ada yang lebih tabah
    dari hujan bulan Juni
    dirahasiakannya rintik rindunya
    kepada pohon berbunga itu
    tak ada yang lebih bijak
    dari hujan bulan Juni 
    dihapusnya jejak-jejak kakinya
    yang ragu-ragu di jalan itu
    tak ada yang lebih  Arif
    dari hujan bulan Juni
    dibiarkannya yang tak terucapkan
    diserap akar pohon bunga itu. 
    1989

    Musikalisasi puisi, Hujan bulan Juni

    Sumber Ilustrasi: https://pxhere.com/id/photo/104555

  • Menghadapi Kritikan di Era Keterbukaan

    Menghadapi Kritikan di Era Keterbukaan

    Oleh: Chotibul Umam

    Menghadapi Kritik – Pesatnya perkembangan teknologi informasi membuka ruang diskusi tanpa batas. Setiap orang dibelahan dunia manapun bisa dengan mudah mengomentari dan ikut campur terhadap persolan pribadi maupun persoalan publik yang muncul. Setiap orang bebas mengutarakan pendapat, opini, pandangan, bahkan kritik dan hinaan sesuka hati kepada siapa saja yang ia jumpai di media sosial, entah kenal atau tidak. Hanya saja undang-undang ITE yang berlaku di Indonesia menjadi rool way dan batasan dalam beropini dan berpendapat. Siapa yang melanggar uu ini bisa dijerat hukum sesuai pasal yang disangkakan.

    Selain uu ITE terdapat juga kontroversi mengenai RKUHP yang salah satu pasalnya mengatur tentang penghinaan terhadap presiden. Yakni pasal tentang pemidanaan bagi penghina presiden dan wakil priseden yang tertuang dalam pasal 218 ayat satu. Dalam pasal itu disebutkan setiap orang yang dimuka umum menyerang kehormatan atau harkat dan martabat diri presiden atau wakil presiden dipidana paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan atau pidana denda paling banyak kategori IV.

     

    Menyikapi Era Keterbukaan

    Berbicara mengenai kritik maka layaknya pisau bermata dua. Di satu sisi, ia merupkan pembangun bagi suatu kebijakan yang menyangkut hajat orang banyak. Di sisi lain, ia dianggap sebagai penghinaan, pencemaran nama baik, dan fitnah atau hoaks apabila kritik disampaikan tidak berdasarkan data, tidak mengindahkan norma dan etika berkritik saran yang berlaku. Sementara dunia saat ini telah berada dalam era keterbukaan tanpa batas, walaupun kemudian atas nama moral diberlakukan pemaksaan terhadap orang-orang agar taat batasan yang diundangkan, dimana salah satunya adalah pasal penghinaan terhadap presiden di atas. Lalu bagaimana sebaiknya menyikapi era keterbukaan ini?

    Ada pendapat yang menarik yang disampaikan oleh Irmanputra Siddin dalam acara tolkshow di salah satu televsi swasta yang membahas masalah kontroversi RKUHP. Salah satu pasal yang menjadi perdebatan adalah mengenai pasal penghinaan presiden. Sebagai bahan pengetahuan, bahwa pasal penghinaan presiden telah dihapus oleh MK. Sementara dalam RKUHP bukan lagi pasal penghinaan namun diganti dengan pasal penyerangan terhadap martabat presiden. Hal ini tetap menimbulkan perdebatan karena pada prinsipnya pasal ini hampir sama dengan pasal penghinaan presiden dan bisa disalah gunakan oleh penguasa untuk membungkam orang-orang diluar pemerintahan atau lawan politiknya.

    Dalam pendapatnya, Irmanputra Siddin mengatakan bahwa sebaiknya pasal ini ditarik atau dikeluarkan dari RKUHP. Karena menurutnya tidak hancur republik ini, tidak hancur negara ini, tidak runtuh kekuasaan ini ketika pasal tentang penyerangan terhadap harkat dan martabat presiden ini dikeluarkan. Pendapat demikian sebenarnya telah diaminkan oleh presiden yang mengatakan bahwa beliau sudah biasa diserang dan presiden setuju jika pasal ini dihilangkan.

    Sementara Menteri Hukum dan Ham berpendapat bahwa akan menjadi bangsa yang tidak beradab apabila membiarkan harkat dan martabat presiden dan wakil presiden diserang. Ia menambahkan kebebasan yang sebebas-bebasnya bukanlah kebebasan tetapi anarki. Artinya mengkritik terhadap jabatan publik yang diemban seseorang, dalam hal ini presiden atau wakil presiden adalah hal yang dilindungi UU dan itu dibenarkan. Tetapi menyerang terhadap personal, terhadap harkat dan martabat presiden secara personal seperti mengatakan bahwa presiden adalah anak haram adalah perkataan yang tidak beradab. Inilah yang tidak dibenarkan berdasarkan RKUHP.

    Akan tetapi sekali lagi, di era keterbukaan ini semua bisa terjadi dan muncul ke permukaan tanpa batas dan tanpa bisa di filter. Fitnah, hoaks, hinaan, cercaan kasar dsb bisa dengan mudah dijumpai di tengah-tengah masyarakat kita. Oleh karenanya, tujuan Negara Indonesia mencerdaskan kehidupan bangsa, yakni bangsa yang beriman, bertaqwa, dan berakhlak mulia menjadi titik tolak dalam menghadapi era keterbukaan ini. Irmanputra Siddin melanjutkan tujuan Negara ini hendaknya menjadi prioritas agar Negara tidak terlalu sibuk mengatur tatanan social. Jika kehidupan bangsa telah cerdas maka kasus-kasus yang muncul di era keterbukaan ini, seperti fitnah, hoaks dan ujaran kebencian tidak akan banyak dijumpai.

    Kenyataannya gempuran teknologi melaju lebih cepat dibanding proses pencerdasan bangsa terutama dalam menghadapi era keterbukaan ini. Akibatnya masyarakat kita terlihat gagap dan gamang serta mudah terprovokasi oleh informasi-informasi yang beredar. Banyak yang kemudian terjebak dan menjadi korban kemajuan iptek hingga menjadi tersangka pelanggaran UU ITE.

    Dalam menghadapi era keterbukaan yang terlanjur mengepung semua lini kehidupan, setidaknya diperlukan sikap untuk menghadapi kritik dengan bijak, yaitu dengan menerima dan membiasakan diri terhadap kritik itu sendiri. Ketika seseorang berani untuk tampil di depan umum, terlebih bagi para pejabat publik hendaknya mempersiapkan sikap mental untuk menerima kritik dalam bentuk apapun. Karena memang menerima kritik itu tidak mudah, apalagi kritik yang disampaikan di hadapan publik. Sikap ini diperlukan agar seseorang tidak terbawa emosi yang mengakibatkan mental dalam dirinya goyah, sehingga berpengaruh terhadap kebijakan yang diambil apabila ia seorang pejabat publik.

    Inilah setidaknya yang telah dicontohkan oleh presiden Jokowi yang mengatakan bahwa beliau telah terbiasa dikritik dan tidak masalah jika pasal penyerangan terhadap harkat dan martabat presiden dalam RKUHP dihilangkan. Kesiapan presiden dalam menerima kritik ditunjukan pula dengan keteguhannya dalam mempertahankan satu kebijakan walau banyak dikritik sana-sini.

     

    Berani Mengkritik, juga harus siap dikritik

    Sikap menerima dan membiasakan diri terhadap kritik ini tidak hanya diperlukan oleh para tokoh publik yang berpeluang mendapat kritik, tetapi juga oleh orang-orang yang suka mengkritik. Ia harus siap apabila kritiknya tidak didengarkan dan bahkan balik dikritik.

    Titik balik dari proses hukum apabila seseorang terbukti melanggar UU ITE yang ada saat ini adalah saat si pelaku telah meminta maaf dan bernjanji untuk tidak mengulanginya lagi serta orang yang menjadi korban telah memaafkannya. Jika keadaan ini tercapai seyogyanya proses hukum tidak perlu dilanjutkan. Andai katapun tetap berjalan harus dipastikan bahwa semata-mata untuk proses pembelajaran bersama, yakni sebagai salah satu upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

    Pada akhirnya apabila masyarakat terbiasa dengan kritik, mau menerima serta membiasakan diri dengan berbagai kritik yang datang, akan tercipta proses demokrasi dengan baik dan santun, sehingga melahirkan kebijakan-kebijakan bersama untuk kemajuan bangsa dan Negara.

    Hal yang tidak boleh dilupakan sebagai bangsa yang besar dan beradab adalah etika dalam berkritik saran. Norma kepantasan dan kepatutan dalam memilih kata dan cara dalam menyampaikan kritik perlu diperhatikan karena ada hak orang lain dibalik hak kebabasan yang kita miliki.

    Sumber Ilustrasi: https://pixabay.com/id/vectors/amplifikasi-demo-demonstrasi-keras-1294300/
  • Macam-macam Puasa Sunnah yang Bisa Kita Lakukan

    Macam-macam Puasa Sunnah yang Bisa Kita Lakukan

    Assalamu’alaikum Warrohmatullahi Wabarokaatuh.

    Macam-macam puasa sunnah – Para pembaca yang semoga dirahmati oleh Allah Subhanahu Wata’ala, puasa merupakan amalan yang memiliki banyak manfaat bagi kehidupan ummat manusia. Puasa sendiri terbagi menjadi dua, yaitu wajib, yakni Puasa Ramadhan, Puasa Hutang, dan puasa nadzar. 

    Kedua, yaitu puasa sunnah. Yakni puasa yang disunnahkan untuk dikerjakan karena memiliki banyak manfaat dan keutamaan.

    Selain mendapat pahala, puasa juga memiliki manfaat menjadikan tubuh sehat. Hal ini sudah banyak dibuktikan dan dirasakan oleh orang yang berpuasa.

    Nabi Muhammad Shollallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda yang artinya:

    “Berpuasalah kamu, maka kamu akan sehat”

    Bahkan, dikalangan non muslim dan para ilmuan barat juga banyak yang telah mengakui dan memberikan kesaksian tentang manfaat puasa untuk kesehatan.

    Pengertian dan macam-macam puasa sunnah

    Berikut ini pengertian dan macam-macam puasa sunnah yang diajarkan Nabi Shollallahu ‘alaihi wasallam, 

    Puasa sunnah Senin-Kamis

    Puasa Senin – Kamis yaitu puasa yang dilakuan setiap hari Senin dan hari Kamis. Adapun dasar melakukan puasa Senin – Kamis yaitu:

    Dari Usamah bin Zaid, ia berkata pada Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam,

    “Wahai Rasulullah, engkau terlihat berpuasa sampai-sampai dikira tidak ada waktu bagimu untuk tidak puasa. Engkau juga terlihat tidak puasa, sampai-sampai dikira Engkau tidak pernah puasa. Kecuali dua hari yang Engkau bertemu dengannya dan berpuasa ketika itu.”

    Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apa dua hari tersebut?” Usamah menjawab, “Senin dan Kamis.” 

    Lalu Nabi Shollallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Dua hari tersebut adalah waktu dihadapkannya amalan pada Rabb semesta alam (pada Allah). Aku sangat suka ketika amalanku dihadapkan sedang aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. An Nasai no. 2360 dan Ahmad 5: 201).

    Puasa sunnah Syawal

    Yaitu puasa Sunnah yang dilakuan 6 hari di bulan Syawal.

    Abu Ayyub Al Anshoriy berkata, Nabi Shollallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

    “Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim)

    Puasa sunnah Nabi Daud

    Puasa Sunnah Nabi Daud adalah puasa yang dilakuan sehari berpuasa, dan sehari berbuka. 

    Dalam sebuah riwayat diceritakan, ‘Abdullah bin ‘Amr menikahi wanita dari Quraisy, namun ia tidaklah mendatanginya (menyetubuhinya) karena sibuk puasa dan shalat (malam). Kemudian ia menceritakan hal ini kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

    kemudian Nabi Shollallahu ‘Alaihi Wasallam pun bersabda, “Berpuasalah setiap bulannya selama tiga hari”. “Aku mampu lebih daripada itu”, jawabnya. Lalu ia terus menjawab yang sama sampai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam katakan padanya, “Puasalah sehari dan tidak berpuasa sehari”.

    Di dalam hadits yang lain Nabi Shollallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

    “Sebaik-baik puasa di sisi Allah adalah puasa Daud.” (HR. Bukhari no. 1131).

    Puasa sunnah Arafah

    Puasa Sunnah Arofah, tepatnya dilakukan pada tanggal 9 bulan ‘Arafah.

    Adapun dasar puasa sunnah Arofah yaitu;

    Abu Qotadah berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162)

    Puasa sunnah Muharam

    Puasa ‘Asyura dilakukan pada tanggal 10 Muharram. Dalam sebuah riwayat diceritkan, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, kemudian beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura.

    Beliau bertanya :”Apa ini?” Mereka menjawab :”Sebuah hari yang baik, ini adalah hari dimana Allah menyelamatkan bani Israil dari musuh mereka, maka Musa berpuasa pada hari itu sebagai wujud syukur. Maka beliau Rasulullah menjawab :”Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian (Yahudi), maka kami akan berpuasa pada hari itu sebagai bentuk pengagungan kami terhadap hari itu” (H.R. Bukhari)

    Puasa Sunnah Sya’ban

    Puasa Sya’ban yaitu puasa yang dilakukan pada bulan s’aban. Pada bulan ini, ummat islam disunnahkan untuk banyak-banyak berpuasa.

    Perintah puasa ini didasarkan pada hadits yang disampaikan oleh Aisyah ra, ia berkata, “Aku tidak melihat Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam puasa sebulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan dan aku tidak melihat melihat beliau banyak puasa kecuali pada bulan Sya’ban.” (H.R. Bukhari)

    Puasa Sunnah Ayyamul bidh

    Yaitu puasa yang dilakukan tiga hari setiap bulan hijriyah, tepatnya tanggal 13, 14, dan 15. 

    Adapun dasar puasa sunnah ayyamul bidh ini adalah dari Ibnu Milhan Al Qoisiy, ia berkata,

    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa memerintahkan pada kami untuk berpuasa pada ayyamul bidh yaitu 13, 14 dan 15 (dari bulan Hijriyah).” (HR. Abu Daud)

    Tata cara puasa sunnah

    Itulah macam-macam puasa sunnah yang dapat kita lakukan di dalam kehidupan sehari-hari. Adapun tata cara puasa sunnah yaitu sama dengan puasa ummumnya. 

    Pertama, membaca niat dalam hati di malam hari

    Kedua, menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit Fajar hingga terbenam matahari.

    Untuk niat puasa wajib, sebagian besar ulama berpendapat harus dilakukan di malam hari sebelum terbit Fajar. Sehingga, jika seseorang yang melakukan pausa wajib, tetapi malam harinya lupa tidak membaca niat, maka puasanya tidak sah, dan harus mengulang di hari yang lain.

    Sementara untuk puasa sunnah, sebagian besar ulama berpendapat, boleh berniat di siang hari ketika di malam harinya lupa tidak membaca niat.

    Manfaat puasa sunnah

    Sebagaimana puasa wajib, puasa sunnah juga memiliki hikmah dan manfaat yang terkandung didalamnya. 

    Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam muslim, Nabi Shollallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

    “Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Subhaanahu Wata’ala berfirman (yang artinya), ‘Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya.”

    Adapun manfaat puasa sunnah secara umum yaitu:

    Mengendalikan hafa nafsu

    Melatih hidup sederhana

    Tubuh menjadi sehat

    Melatih diri untuk taat beribadah

    Demikian pembahasan sedikit mengenai macam-macam puasa sunnah yang bisa kitalakukan dalam kehidupan sehari-hari. Mudah-mudahan kita tergolong orang yang gemar beribadah kepada Allah Subhaanahu Wata’ala . Aamiin.

    Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh.

    Sumber Ilustrasi: https://www.piqsels.com/id/search?q=puasa

  • PUISI CINTA: AKU INGIN

    puisi cinta

    AKU INGIN

    Karya: Sapardi Djoko Damono

    Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

    Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
    Kepada api yang menjadikannya abu

    Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
    dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
    kepada hujan yang membuatnya tiada

    Sapardi Djoko Damono, 1989





    Sumber Tulisan: Hujan Bulan Juni, Gramedia Pustaka Utama
    Sumber Ilustrasi: https://www.pikist.com/search/id?q=cinta










  • AKU TAK SANGGUP MELEPASKANMU

    puisi cinta


    Aku Tak Sanggup Melepaskanmu

    Karya: Mai Hamdati

    Jika benar sebuah kepergian adalah jalan menuju kenangan
    dari setiap yang ditinggalkan
    Maka kepergianku menemukan jalan buntu
    Karena telah tumbuh ilalang
    Entah sejak kapan 
    Sehingga tak dapat lagi kulihat apapun di depanku
    Selain tatapan matamu, yang bersembunyi di situ
    Sedang menikmati warna senja di pipiku
    Dan masa lalu yang memerah di mataku
    Dan sekarang sendirilah aku di jalan buntu
    Di antara deretan tanda koma dalam puisimu
    Yang tak bisa kuselesaikan
    Sampai pada sebuah titik,
    Apa lagi catatan kaki
    Yang menerangkan
    Mau kemana senja membawa kisah kita
    Mungkin aku tak pantas mengambil rindu di saku bajumu
    Tapi sungguh, Aku pun tak sanggup melepaskanmu
    Pergi ke masa lalu.

    Tanggamus, 2009

    Sumber Ilustrasi: https://www.flickr.com/photos/ariken/7001996122
  • PUISI CINTA: KENANGAN YANG KUTITIPKAN PADAMU

    PUISI CINTA


    Kenangan yang Kutitipkan Padamu

    Karya: Mai Hamdati

    Tak ada senja dan  bulan
    bahkan kelebat cahaya
    saat keretaku perlahan menjauh dari stasiun
    di sebelah tugu kotamu itu

    Jika jalan pulang ini menuju kenangan
    kenapa aku masih saja kehilangan?
    Ataukah kepulangan ini adalah kehilangan yang lain
    Yang menghidupkan kenanganku padamu


    Telah kutitipkan surat pada angin
    Sehingga dapat kau cumbui diriku
    Dalam setiap tarikan udara yang kau hirup
    Di antara bau pengap abu rokokmu
    Maka kau akan tahu
    Betapa cemas aku menantimu
    Di sini, di kotaku
    Untuk mengambil sisa kenanganku
    yang kutitipkan padamu….


    Tanggamus, 2009

    Sumber Ilustrasi:https://www.flickr.com/photos/stwn/14298617557

  • PUISI CINTA: RINDU

    puisi cinta

    RINDU

    Karya: Mai Hamdati

    Malam terasa basah di paru-paruku
    Setelah gerimis tak henti mengikis
    Setiap yang di sentuhnya dari kulitku
    Dan entah sudah berapa lama
    Sampai akhirnya ia menemukanmu
    Bukan di kotamu
    Tapi di dalam kotak hitam kenangan
    Yang dulu hilang
    Saat kabut menghadang kepergianku

    Di luar, dahan-dahan tak mampu lagi 
    Menyelamatkan daun hidupnya 
    Yang  saling menjatuhkan tubuh ke tanah
    Tapi perhatikanlah, di antara daun-daun itu
    Ada satu yang tak pernah benar-benar ranggas
    Itulah aku
    Yang tersesat di ruang rindu

    Tanggamus, 2010-01-13

    Dengarkan juga 

    musikalisasi Puisi: Rindu


    Sumber ilustrasi: https://www.pexels.com/id-id/foto/1831701/

  • Epat Pilar Literasi Digital

    literasi digital

    Epat Pilar Literasi Digital

    ragamkatakita.com. Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional, pada hari Kamis, 20 Mei 2021, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyelenggarakan kegiatan Peluncuran Program Nasional Literasi Digital. Kegiatan yang diadakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno ini, dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia, dihadiri oleh 50 Peserta onsite, dan 514000 peserta online. Hadir dalam acara tersebut diantaranya Menteri Komunikasi dan Informatika, Bapak Johnny G. Plate, Menteri Dalam Negeri, bapak Jendral Purn. M. Tito Karnavian, dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi, bapak Nadiem Anwar Makarim.

    Kegiatan yang mengusung tema Indonesia Makin Cakap Digital ini, menekankan pentingnya masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mengikuti kegiatan Literasi Digital ini, sehingga diharapkan masyarakat mampu mengoptimalkan penggunaan internet secara produktif dan efektif. Selain itu, dalam sambutannya presiden Joko Widodo juga mengajak agar masyarakat terus meminimalisir penyebaran konten negative, dan membanjiri internet dengan konten-konten positif.

    “Kewajiban kita bersama terus meminimalkan konten negatif, membanjiri ruang digital dengan konten- konten positif. Banjiri terus, isi terus dengan konten- konten positif. Untuk itu kita harus tingkatkan kecakapan digital masyarakat agar mampu menciptakan lebih banyak konten- konten kreatif yang mendidik, yang menyejukkan, yang menyerukan perdamaian,” kata Presiden.

    Dalam sambutannya, Mendikbud-Ristek menyambut baik modul literasi digital yang diterbitkan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Di mana di dalam literasi digital tersebut mencakup empat dasar literasi digital, yakni keamanan digital, keterampilan digital, etika digital, dan budaya digital.

    Di dalam dunia pendidikan, walaupun teknologi tidak mampu menggantikan posisi pembelajaran tatap muka dengan guru, tetapi dengan empat pilar literasi digital itu diharapkan akan mampu mendorong terciptanya pembelajaran berbasis teknologi yang mampu melahirkan generasi Indonesia yang unggul.

    “Empat pilar utama itu akan mendorong terciptanya ekosistem pembelajaran berbasis teknologi yang menghasilkan talenta-talenta digital unggul Indonesia,” ucapnya.

    Sebagaimana diketahui, di dalam Roadmap Literasi Digital 2021-2024 yang disusun oleh Kementerian Kominfo, terdapat empat dasar atau empat pilar literasi digital. ke empat pilar tersebut yaitu:

    Pertama, digital skill atau keterampilan digital. Ini berkaitan dengan kemampuan individu dalam mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras, perangkat lunak serta sistem operasi digital dalam kehidupan sehari-hari.

    Ke dua, digital culture atau budaya digital, merupakan bentuk aktivitas masyarakat di ruang digital dengan tetap memiliki wawasan kebangsaan, nilai-nilai Pancasila, dan kebhinekaan.

    Ke tiga, digital ethics atau etika digital. Yaitu  kemampuan menyadari mempertimbangkan dan mengembangkan tata kelola etika digital (netiquette) dalam kehidupan sehari-hari.

    Dan ke empat, digital safety atau keamanan digital. Yaitu  kemampuan masyarakat untuk mengenali, menerapkan, meningkatkan kesadaran perlindungan data pribadi dan keamanan digital.

    Sumber Ilustrasi: Zoom

  • Tips Keluarga Harmonis

    Tips Keluarga Harmonis


    Menjaga Komunikasi Yang Baik di Dalam Keluarga

    Oleh: Mai Hamdati

    ragamkatakita.com – Komunikasi merupakan salah satu dari sekian faktor yang sangat penting dalam mewujudkan keluarga yang harmonis. Dengan kata lain, harmonis tidaknya sebuah keluarga bisa ditentukan oleh baik tidaknya komunikasi yang terjalin diantara anggota keluarga tersebut. Komunikasi menentukan dingin atau panasnya sebuah keluarga.

    Jika komunikasi terjalin dengan baik, keluarga bisa menjadi tempat yang nyaman untuk membicarakan semua hal, semua persoalan, dan semua kejadian yang dialami oleh anggota keluarga. Di dalam istilah agama disebutkan, baitii jannatii, rumahku adalah surgaku.

    Tetapi sebaliknya, jika terjadi masalah komunikasi antar anggota keluarga, rumah bisa menjadi neraka dan penghuninya tidak betah tinggal di dalamnya. Maka jangan heran ketika pasangan anggota keluarga kita lebih suka mengobrol dengan orang lain, atau anak-anak kita lebih suka curhat dengan teman mereka di luar sana. Kondisi seperti ini membuat keluarga hanya sekedar sebutan saja, sedangkan hati serasa seperti orang lain.

    #1 Menjadi pendengar yang baik

    Dalam menjaga komunikasi, hal yang dapat dilakukan lebih dulu adalah berusaha menjadi pendengar yang baik. Sesibuk apa pun kita atau selelah apa pun kita, usahakan untuk bisa menjadi pendengar yang baik untuk semua anggota keluarga. Buat mereka nyaman bercerita, meski yang diceritakan di luar dunia kita. 

    Kesibukan masing-masing anggota keluarga yang terkadang membawa masalah hingga sampai kerumah, perlu tempat untuk berbagi sehingga tidak menumpuk dan menjadi beban pikiran. Maka dengan mendengarkan keluh kesah mereka tentang dunia mereka masing-masing akan bisa menjadikan suasana keluarga tetap terjaga.

    Apa lagi anak-anak, mereka sering bercerita kejadian-kejadian yang hanya ada dalam imjinasi mereka. Hal tersebut menuntut kita sebagai orang tua untuk mampu menjadi pendengar dan teman baik bagi mereka supaya bisa masuk ke dalam dunia mereka. Kesalahan dalam menanggapi cerita anak bisa berdampak buruk bagi anak, seperti rasa trauma untuk bercerita. Hal tersebut pada akhirnya juga membuat mereka  sulit berkomunikasi dengan orang lain saat dewasa nanti. Selain itu, mereka juga nantinya akan cenderung menjadi anak yang introvet dan menjaga jarak baik dengan orang tua maupun dengan orang lain.

    #2 Cukup dengarkan dan berikan tanggapan seperlunya

    Ketika pasangan kita sedang bercerita dan mengungkapkan masalah yang dihadapi, terkadang muncul keinginan kita untuk segera memberikan tanggapan dan mencarikan solusi. Secara tidak langsung, hal ini justru bisa membuat pasangan kita merasa tertekan dan malah menambah beban pikiran. 

    Terlebih bagi seorang wanita. Ada kalanya ketika seorang wanita bercerita, ia benar-benar hanya ingin bercerita, dan mengungkapkan isi hatinya, tanpa mengharapkan solusi apapun. Kecuali jika pasangan kita memang meminta tanggapan dan pendapat, maka berikan pendapat seperlunya.

    Termasuk terhadap anak-anak kita. biarkan mereka bercerita. berikan kesempatan dan terus dorong mereka untuk mengungkapkan apapun yang ada hatinya. sisipkan sedikit motivasi dan sesekali memberikan nasehat.

    Selain itu memuji anak juga perlu dilakukan untuk membangun komunikasi yang baik dengan mereka, tidak menyalahkan, dan katakan sayang pada anak. Meski terkesan sederhana, tapi hal ini sangat berguna untuk membuat anak nyaman dengan orang tua. Ingat, jangan terlalu memaksakan menjadi orang tua yang mengatur anak harus begini dan begitu. Cobalah untuk membuat anak mengatakan tentang apa saja yang mereka rasakan, sehingga terjalin hubungan yang menyenangkan antara orang tua dan anak.

    #3 Mencari momen yang tepat untuk bercerita

    Mencari moment yang tepat untuk bercerita adalah hal penting yang perlu diperhatikan untuk dapat membangun komunikasi yang baik diantara anggota keluarga. Ketidaktepatan dalam memilih moment untuk bercerita, bisa menjadikan kesalahpahaman dan malah bisa menjadikan masalah akan semakin ruwet.

    Perhatikan bagaimana kondisi pasangan kita saat kita akan bercerita. Pilihlah saat-saat pasangan kita sedang bersantai, tidak sibuk dan tidak sedang butuh istirahat full seperti tidur. Mulailah bercerita dengan pertanyaan atau pernyataan yang bisa membawa pasangan kita pada permasalahan yang akan kita ceritakan.

    #4 Nikmati moment bahagia untuk saling berkomitmen

    Setiap keluarga tentu pernah merasakan moment-moment saat merasakan kebahagiaan bersama. seperti saat berlibur, saat mendapatkan rizki yang melimpah, atau bisa juga saat memasak bersama didapur berdua. momen bahagia adalah moment dimana setiap pasangan keluarga melupakan segala permasalahan yang pernah atau sedang dihadapi. saat itu semua masalah terasa telah selesai dan tidak perlu dipersoalkan kembali, atau hanya sekedar untuk dilupakan sejenak saja.

    Maka selipkanlah diantara obrolan dan gurauan yang sedang dinikmati itu dengan kalimat-kalimat yang bisa saling menguatkan dan memegang komitmen menghadapi apapun kehidupan yang akan terjadi kedepan. dengan komitmen yang dibuat, setidaknya akan menjaga komunikasi kedepan bisa terjaga dengan baik.

    Nah, demikian itu tadi, salah satu Tips keluarga Bahagia, dengan menjaga kominikasi yang baik diantara anggota keluarga. Maka bangunlah komunikasi yang baik agar setiap anggota keluarga dapat merasakan kebahagiaan keluarga yang seutuhnya. Rumah sederhana akan terasa seperti surga jika terjalin komunikasi yang baik, tapi sebaliknya akan terasa seperti neraka jika tidak ada saling bicara antar anggota keluarga.



    Sumber Ilustrasi: https://www.piqsels.com/id/search?q=berbaring&page=184