Blog

  • KESEDERHANAAN BERFIKIR GURU ABAD 21

    Oleh: Chotibul Umam

    Hidup ini sudah sulit, maka jangan dibuat sulit. Demikian salah satu kalimat sederhana yang sering kita dengar, tetapi memiliki makna yang dalam. Kalimat yang sering kali hanya lewat di telinga lalu pergi tanpa kita mencernanya lebih dalam.

    Barang kali karena kesederhanaannya kita sering melupakannya dan tetap terbawa persepsi rumit dan ribetnya kehidupan, tak terkecuali yang dialami oleh guru abad 21. Dimana tuntutan untuk mencerdaskan generasi bangsa dengan nilai-nilai karakter bangsa begitu tinggi, di tengah lemahnya pembelajaran moral yang melanda generasi muda. Guru sering dipersalahkan dan terjerat kasus hukum ketika memberi tindakan disiplin kepada peserta didiknya.

    Ditengah tugas yang berat itu, guru masih harus berjibaku melengkapi berbagai macam perangkat pembelajaran. Selain itu, guru dituntut untuk meningkatkan kedisiplinan, dan mentaati batas waktu jam kerja dan jam belajar.

    Dengan kondisi dan tututan yang demikian berat guru sering mengeluh. Tidak sedikit yang memilih sikap putus asa, acuh, dan  melahirkan prinsip yang penting bekerja, menjalankan tugas sekadarnya saja. Ketercapaian tujuan dan cita-cita pendidikan nasional yang mulia, tidak menjadi motivasi kerjanya malainkan hanya menjadi hiasan dalam dokumen-dokumen pembelajaran yang ditumpuk di meja kerja saja.

    Kalau kita mencerna lebih dalam, sebenarnya pesan yang disampaikan kalimat tersebut di atas tidak sesederhana dalam pengucapannya. Kalimat itu mengandung pesan agar kita berfikir sederhana dan menyederhanakan pikir. 

    Artinya, pertama hendaknya kita memandang bahwa pekerjaan yang kita terima adalah kewajiban yang memang harus kita lakukan, agar kita mendapat hak kita. Tanpa menjalankan kewajiban, seharusnya kita malu menerima hak. Jika kerja kita tidak maksimal, seharusnya hak yang kita terima juga berkurang. Jikalaupun kita bekerja asal-asalan, semaunya dan yang penting menjalankan kewajiban, sementara kita menerima hak kita secara penuh, dikhawatirkan keberkahan rizki yang kita terima akan hilang.

    Kedua, hendaknya kita memiliki kayakinan bahwa seberat apapun tugas yang kita terima, kita pasti bisa melakukannya. Kita harus percaya bahwa tugas-tugas yang diberikan pada kita, telah diukur dan dikaji secara mendalam dengan standar tertentu oleh pemberi tugas, yakni pemerintah, bahwa kita bisa melakukannya. Dan tentu, semua itu sebanding dengn imbalan yang diberikan pemerintah pada kita. Dalam bahasa agama, Sesungguhnya Allah tidak akan menguji seseorang diluar batas kemampuannya.

    Dengan dilandasi kesederhanaan berfikir demikian, akan tumbuh sikap optimisme dalam diri. Bahwa kewajiban yang harus kita jalankan, pasti sepadan dengan hak yang kita terima. Sesulit apapun tugas, serumit apapun tuntutan kerja dan seberat apapun beban yang kita terima, kita pasti bisa melakukannya. 

    Bukankah seorang guru adalah manusia-manusia pilihan. Jabatan profesi yang tidak semua orang bisa melakukannya. Maka guru adalah seorang yang hebat, kuat, dan bisa hidup di segala situasi dan kondisi. Kehidupannya memiliki talenta untuk selalu berinofasi terhadap tugas yang diembannya.

    Ketika seseorang memilih dan terpilih untuk menjadi guru sesungguhnya ia memiliki potensi untuk bisa menjalankan apapun tugas yang diberikan kepadanya. 

    Apabila kita menyadari lebih jauh,  tugas menjadi guru bukan hanya sebatas menjalankan kewajiban untuk menerima hak, kita kerja lalu kita dibayar. Jauh dari itu, menjadi guru adalah tugas mulia yang memiliki kebermanfaatan bagi orang lain bahkan bagi dirinya sendiri.

    Secara alamiah, akan memancar dari diri seorang guru jiwa kewibawaan dan ketenganan. Guru selalu bisa waspada dan bijaksana dalam menghadapi segala persoalan yang ada. Di mata masyarakat, guru adalah orang tua yang menjadi teladan, guru adalah yang digugu dan yang ditiru.

    Semua itu, dapat diraih apabila seorang guru mau menerima dirinya sendiri dengan segala konsekwensi dan kewajiban yang diembannya dengan keikhlasan dan ketulusan. Ia menjalankan tugasnya dengan penuh suka cita. Apabila tugas itu dirasa berat, ia akan berusaha meraihnya dengan seganap daya yang dimilikinya. Ia tidak mengeluh. Jika ia tidak sanggup, ia akan berinovasi mencari jalan alternative untuk mencapai tujuan dari tugas yang dibebankan padanya.

    Tanggamus, 15 Mei 2021

    Sumber Ilustrasi: https://www.pikist.com/free-photo-ixroe/id

  • Arung Jeram

    Karya: Mai Hamdati

    Waktu memang terlihat selambat batu-batu 

    Kerikil yang bergeser di lubang-lubang sungai,

    Tapi tanpa sadar 

    Telah kau arungi arus yang tenang setiap Subuh

    Sedikit bergelombang  saat tubuhmu  setegak bayangan

    Berpeluh keringat di sebuah turunan tajam

    Pada ba’da  ‘Asar

    Mengagumi romantisme  terowongan langit sebelum Maghrib

    Dan di jeram terakhir

    Ba’da ‘Isya yang amat panjang dalam Shalatmu

    Menangislah diam-diam 

    Seolah sedang belajar kehilangan

    Supaya saat kau tenggelam, air sungai akan terasa hangat 

    Meski setiap hati bermimpi akan sampai ke sebuah tepi

    “ya,  pantas saja 

    kampung itu namanya surga

    rumah Tuhan ada di sana.”

     

    September, 2011





    Sumber Ilustrasi: 

    https://www.pikist.com/free-photo-ssvvu/id

    https://www.pexels.com/id-id/foto/arung-jeram-chattanooga-dengung-tennessee-2257126/

  • Bagaimana pijat bisa menyembuhkan penyakit?


    Oleh: Chotibul Umam

    ragamkatakita.com – saat ini, sangat populer ditengah masyarakat pengeobatan dengan menggunaan pijat. pertanyaannya, bagaimana pijat bisa menyembuhkan penyakit?

    Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, perlu diketahui, terdapat dua faktor atau penyebab tubuh mengalami gangguan atau sakit. Pertama yaitu gangguan dari dalam tubuh, dan kedua gangguan dari luar tubuh.

    Gangguan dari luar tubuh, seperti kecelakaan, jatuh, terbentur, terbakar dan sebagainya, bisa diantisipasi dengan berhati-hati dalam melaksanakan aktifitas. Sementara gangguan dari dalam tubuh tubuh bisa disebabkan karena pikiran atau emosi seseorang, bisa diantisipasi dengan menjaga agar terus berfikir positif dan menjaga emosi agar tetap tenang.

    Gatot, MRG dalam bukunya Pijat Sistem Terapi Zona mengatakan bahwa kunci utama dari kesehatan manusia adalah kelancaran peredaran darah. Jika peredaran darah lancar, maka system kerja tubuh akan bekerja dengan baik, setiap penyakit maupun virus dan bakteri yang datang menyerang akan dapat dikalahkan oleh system kekebalan tubuh.

    Berkaitan dengan pikiran dan emosi manusia, jika suplai darah kedalam otak lancar, maka emosi dan pikiran negative dapat terkendalikan. Itulah mengapa biasanya pikiran buruk atau negative serta emosi yang tidak terkendali biasanya muncul saat tubuh capai, lelah dan dalam kondisi tidak fit.

    Jika kondisi ini dibiarkan terus, dan bahkan tubuh terus dieksploitasi tanpa dilakukan peragangan, pendinginan dan istirahat maka hal ini akan semakin menyebabkan peredaran darah terganggu.

    Jika peredaran darah terganggu, maka akan timbul penyakit. Dan penyakit yang timbul sesuai di daerah mana peredaran darah yang terganggu. jika yang terganggu adalah aliran darah menuju kepala, bisa menyebabkan sakit kepala dan sebagainya. Disinilah fungsi pijat.

    Pijat refleksi,berfungsi untuk menemukan titik peredaran darah yang terganggu kemudian dipijat agar titik tersebut menjadi lentur dan darah bisa mengalir dengan normal. Dengan demikian, cara kerja pijat menyembuhkan penyakit yaitu dengan melancarkan alilran darah keseluruh tubuh.

    Dengn aliran darah yang normal, maka bagian tubuh yang berhubungan dengan titik tersebut akan kembali bekerja dengan baik, dan penyakit akan sembuh.

    Sumber ilustrasi:
    https://publicdomainvectors.org/id/bebas-vektor/Sistem-peredaran-darah-manusia/81820.html
    https://www.pikist.com/free-photo-xjpgp/id
  • Sebuah Jawaban


    Karya: Mai Hamdati

    Telah kau baca semua buku

    Menemukan seluruh jendela

    Sempat tercengang sebentar sebelum menghafal 

    Setiap nama yang akan begitu mudah kau lupa

    Kau telah pulang 

    Sampai pada awal sebuah tangisan

    Sebenarnya kau hanya ingin diam

    Tetapi banyak yang menunggumu di halaman

    Menunggu ceritamu sebagai ilmu

    Mengangkatmu menjadi guru

    Tapi apa yang telah kau bawa

    Sebuntal kekalahan yang ingin kau simpan

    Kapan mereka akan sadar

    Bahwa diam adalah jawaban

    September, 2011

    Sumber Ilustrasi: https://pixnio.com/id/objek/buku/buku-belajar-kuliah-ilmu-pengetahuan-universitas
  • Memaknai Perayaan Dua Hari Besar Keagamaan yang Jatuh Pada Hari yang Sama

    Oleh: Chotibul Umam

    Kita ketahui bersama bahwa perayaan Hari Raya Idul Fitri tahun 1442 H ini berbarengan dengan perayaan Kenaikan Isa Al-masih. Peristiwa ini bisa dimaknai sebagai sebuah peristiwa yang biasa-biasa saja, tetapi juga bisa dimaknai sebagai sebuah peristiwa yang mengandung hikmah besar di dalamnya.

    Perlu diketahui, mengambil suatu pelajaran atau hikmah dari peristiwa-peristiwa yang terjadi di kehidupan kita adalah langkah bijak dan dianjurkan oleh agama. Di mana setiap peristiwa atau kejadian yang terjadi setiap saat pasti memiliki hikmah, apabila kita mau mengambilnya. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini saya akan mencoba menguraikan sedikit hikmah dari peristiwa perayaan Hari Raya Idul Fitri dan Kenaikan Isa Al-masih pada tahun ini yang jatuh pada hari yang sama.

    Pertama, melihat berbagai persoalan dan gejolak kehidupan yang muncul dewasan ini termasuk krisis kemanusiaan di penjuru dunia, memantik keprihatinan yang mendalam di hati kita. Keprihatinan ini semakin mendalam manakala krisis kemanusiaan justru berangkat dari keyakinan atau ideologi agama-agama di dunia yang di dalam ajarannya justru membawa atau mengajarkan kedamaian. Konflik antar pemeluk agama baik satu agama maupun agama yang berbeda kerap terjadi di tengah-tengah kita.

    Maka peristiwa perayaan dua hari besar yang terjadi secara bersama-sama ini bisa dimaknai sebagai sebuah pesan untuk manusia agar dapat berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah di dalam menjalankan ajaran agamanya masing-masing. Antar pemeluk agama harus bisa berdiri sejajar dalam mengamalkan nilai-nilai kemanusiaan agar perdamaian di seluruh dunia dapat terwujud.

    Kedua, kesejajaran ini bukan pada taraf membenarkan semua agama, tetapi pada taraf pengamalan nilai-nilai ajaran agamanya masing-masing. Bahwa setiap pemeluk agama bebas untuk mengamalkan ajaran agamanya tanpa perasaan terganggu dan mengganggu ajaran agama orang lain. Demikian juga mana kala satu pemeluk agama menyampaikan ajarannya secara terbuka kepada semua pemeluk agama, maka ini menjadi hak masing-masing pemeluk agama, dengan catatan ajaran yang disampaikan tidak mengandung profokasi yang bisa memecah persatuan ummat manusia.

    Ketika hal ini bisa diwujudkan di tengah-tengah masyarakat, maka yang terjadi adalah saling berlomba-lomba untuk menunjukkan kebenaran agamanya masing-masing tanpa harus menyalahkan yang lain. Dan setiap pemeluk agama harus memaklumi hal ini, apalagi di era keterbukaan seperti saat ini, dimana setiap informasi bisa terakses dengan mudah oleh siapapun. Dengan kata lain, saat ini keterbukaan setiap pemeluk agama terhadap ajaran agama lain tidak bisa dihindarkan lagi. Dan inilah tugas para juru dakwah untuk terus secara intens untuk mengambil hati manusia agar tertarik pada ajaran yang dibawaannya. 

    Ketiga, saat semua ummat manusia terbuka dengan semua ajaran agama-agama yang ada di dunia, di sanalah kemudian kekuatan Tuhan sebagai pemilik petunjuk atau hidayah akan bekerja. Bahwa sesungguhnya Tuhanlah yang memberi hidayah, Tuhanlah yang menunjukkan jalan kebenaran, Tuhanlah yang akan membolak-balikkan hati manusia untuk menetap pada satu ajaran.

    Hal ini hendaknya dipahami baik-baik oleh para pendakwah agar mereka menyadari bahwa manusia hanyalah ditugaskan untuk menyampaikan ajaran kebenaran dan tidak diberikan wewenang untuk memaksa manusia menerima ajaranya. Para pendakwah hendaknya benar-benar memahami hal ini dan menyerahkannya secara total kepada Tuhan untuk memberi petujuk pada manusia yang Ia kehendaki.

    Terakhir, perayaan Hari raya Idul fitri dan perayaan Kenaikan Isa Al-masih tahun ini, hendaknya dimaknai sebagai sebuah pesan kebersamaan agar setiap warga negara bersama-sama, bahu-membahu untuk dapat keluar dari setiap persoalan yang dihadapi, terutama untuk bisa segera keluar dari pandemic covid 19 yang terjadi saat ini.

    Tanggamus, 13 Mei 2021 M/ 1 Syawal 1442 H




    Sumber ilustrasi: 
    https://pixabay.com/id/illustrations/ramadan-idul-fitri-muslim-islam-2366301/
    https://pixabay.com/id/photos/yesus-kristus-yesus-kristus-bumi-2630077/
  • Amalan Sunah, Menyambut Hari Raya Idul Fitri

    Oleh: Chotibul Umam


    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Sahabat Raka di manapun berada, Alhamdulillah, patut bersyukur bahwa tahun ini kita masih diberi kesempatan untuk kembali berjumpa dengan Hari Raya Idul Fitri. Walaupun masih dalam keadaan pandemi covid 19, semoga tidak akan menghilangkan semangat kita untuk menggapai hikmah dan kemenangan yang terkandung di dalamnya.

    Untuk itu setelah sebulan penuh lamanya kita berpuasa, marilah kita rayakan hari kemenangan umat Islam ini, dengan penuh kegembiraan, rasa syukur, dan kita sambut dengan penuh suka cita. Insya Allah, kita berharap semoga kita kembali ke dalam kondisi Fitri, ke dalam kondisi yang suci, terbebas dari dosa, untuk kembali memulai hari-hari kita satu tahun ke depan. 

    Tentunya kita berhadap dan berdo’a, semoga kita senantiasa berada di dalam lindungan Allah Subhanahu wa ta’ala dan kita akan dijumpakan kembali dengan bulan Romadhon di tahun depan.

    Nabi SAW bersabda yang Artinya:

    “Ya Allah, janganlah Kau jadikan bulan Ramadhan ini sebagai Bulan Ramadhan terakhir dalam hidupku. Jika Engkau menjadikannya sebagai Ramadhan terakhirku, maka jadikanlah aku sebagai orang yang Engkau sayangi.”

    Sahabat Raka yang dirahmati Allah SWT, dalam menyambut hari Raya Idul Fitri tahun 1442 H ini ragamkatakita.com menyajikan beberapa amalan yang dilakukan Nabi SAW. ketika menyambut Hari Raya Idul Fitri.

    1. Menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan penuh suka cita

    Dalam sebuah riwayat diceritakan:

    Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Madinah, penduduk Madinah memiliki dua hari raya untuk bersenang-senang dan bermain-main di masa jahiliyah. Maka beliau berkata,

    “Aku datang kepada kalian dan kalian mempunyai dua hari raya di masa Jahiliyah yang kalian isi dengan bermain-main. Allah telah mengganti keduanya dengan yang lebih baik bagi kalian, yaitu hari raya Idul Fithri dan Idul Adha (hari Nahr)” (HR. An-Nasai dan Ahmad).

    Nah, sahbat Raka, marilah kita rayakan hari Raya Idul Fitri yang telah datang ini, dengan penuh suka cita dan kegembiraan. 

    2. Mandi sebelum berangkat Shalat Idul Fitri

    Mandi, selain menjadi kegiatan rutin setiap hari kita, ternyata juga merupakan kebiasaan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW. yang oleh karenanya kegiatan mandi sebelum Shalat ‘id merupakan salah satu amalan sunnah yang perlu kita lakuan, tentu dengan diniati untuknya,

    Dalam sebuah hadits diriwayatkan, “dari Abdullah bin Abbas Raliyallahu Anhuma, ia berkata, Bahwasannya Nabi Sallallahu Alaihi wa Sallam mandi pada hari Idul Fitri dan Idul Adha.”

    3. Menggunakan pakaian terbaik

    Pakaian takwa yang kita sandang sebagai predikat yang disematkan pada orang yang telah berpuasa sebulan lamanya, adalah sebaik-baik pakaian, yakni pakaian secara maknawi. Sementara memakai pakaian terbaik (red: baju) saat hari raya, sebagaimana kita jumpai di tengah masyarakat kita, juga merupakan sunnah yang dicontohkan oleh baginda Nabi SAW. 

    “Diriwayatkan dari Al-Hasan bin Ali RA, ia berkata, ‘Rasulullah SAW telah memerintahkan kami pada dua hari raya agar memakai pakaian terbaik yang kami temukan.” (HR Al-Baihaqi dan Al-Hakim).

    4. Makan sebelum berangkat Shalat Idul Fitri 

    Berikutnya, amalan sunnah yang dicontohkan Nabi di dalam menyambut hari raya Idul Fitri adalah makan sebelum berangkat shalat idul fitri.

    “Bahwa saat Idul Fitri, Rasulullah SAW tidak berangkat ke tempat shalat sebelum beliau memakan beberapa biji kurma dengan jumlah yang ganjil (yakni memakannya dengan jumlah yang ganjil seperti tiga biji, lima, tujuh, dan seterusnya)” (Diriwayatkan Al Bukhari dalam Kitab Al-Idain)

    5. Berjalan kaki menuju tempat salat Idul Fitri

    Kemudian, berjalan kaki menuju tempat shalat Id merupakan sunnah yang dilakukan nabi SAW.

    Sahabat ‘Ali Radhiyallahu’anhu, berkata:

    “Termasuk dari ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah keluar pada hari raya dengan berjalan kaki”. (HR.At-Tirmidzi)

    6. Bertakbir saat berjalan menuju tempat Shalat Idul Fitri 

    Takbir, bacaan yang menggema di seluruh negeri saat malam hari raya, merupakan contoh sunnah yang dilakukan oleh Nabi SAW. dan bertakbir saat berjalan adalah amlan yang dilakukan oleh beliau.

    Dari ‘Abdullah bin ‘Umar Radhiyallahu’anhuma, ia berkata,

    “Sesungguhnya Rasulullah SAW dahulu keluar dari rumahnya pada dua hari raya. Beliau mengangkat suaranya dengan tahlil dan takbir”.   

    7. Melewati jalan yang berbeda antara pergi dan pulang Shalat Idul Fitri

    Yang ke tujuh, amalan sunnah yang dicontohkan Nabi di dalam menyambut datangnya hari raya Idul Fitri adalah berjalan dengan melewai jalan yang berbeda antara pulang dan pergi.

    Dari Jabir Radhiyallahu’anhu, dia berkata;

    “Dahulu pada hari raya, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam melalui jalan yang berbeda (untuk pergi dan pulangnya)”. (HR. Al Bukhari)

    Nah, sahabat Raka dimanapun berada, demikianlah amalan sunnah yang dilakukan Nabi di dalam menyambut datanya hari raya ummat Islam. Semoga kita senantiasa bisa mengamalkan sunnah-sunnah yang dicontohkan oleh Nabi SAW. Aamiin.

    Wassalamu’alaikum Wr Wb.






    Sumber ilustrasi: https://pixabay.com/id/illustrations/ramadan-idul-fitri-muslim-islam-2366301/

  • Belum Menyerah

    Karya: Mai Hamdati

    Aku belum menyerah, Tuhan

    Hanya ingin lebih percaya pada  takdir 

    Membiarkannya terbang bebas 

    Dengan sayap yang tak terlihat 

    menjauh dari pikiranku

    dan lebih dekat denganmu

    sedang aku akan terus mencangkul di sini

    Di Tanah kata-kata yang basah

    di hamparan puisi yang belum siap ditanami

    tapi begitulah aku menggenggam angin

    memeluk hujan dan mencium kening matahari setiap pagi

    Aku belum menyerah, Tuhan

    Hanya ingin diam lebih lama di tepi pantai

    melihat rintih pasir sebelum tergerus ombak

    mencari setiap kata dalam tubuh kerang

    menjadikannya kalung puisi  

    sambil menunggu senja benar-benar gelap

    di atas laut yang berubah pekat

    September, 2011




    Sumber Ilustrasi: https://pxhere.com/id/photo/1634408

  • Khasiat Air Putih Hangat Untuk Mengobati Asam Lambung

    Oleh: Mai Hamdati
    Penyakit asam lambung adalah kondisi  asam yang diproduksi oleh lambung naik ke kerongkongan. Kondisi ini terjadi pada saluran pencernaan yang menghubungkan mulut dan mengalami iritasi. Naiknya asam lambung merupakan kondisi yang umum, tetapi bisa menimbulkan nyeri pada ulu hati, mulas, rasa asam di belakang mulut, batuk kering, sakit tenggorokan, kesulitan menelan, dan asma. Saat penyakit ini kambuh, gejala yang dirasakan dapat berlangsung dalam beberapa jam dan terasa lebih buruk setelah makan. Penyakit ini disebut juga dengan (GERD) Gastroesophageal reflux disease (www.halodoc.com).
    Tidak semua orang mengalami semua gejala di atas saat menderita asam lambung. Ada beberapa saja yang mereka rasakan atau bahkan gejala lain yang tidak disebutkan di atas, Sebagaimana gejala yang saya alami. Gejala tersebut adalah mual, mulas, sesak nafas, keringat dingin pada punggung, tangan, dan kaki, terasa panas saat buang air kecil maupun besar,  sakit gigi, hidung tersumbat, dan sakit kepala. Khusus untuk tiga gejala terakhir terjadi karena tekanan asam lambung yang membuat angin di dada dan menyebabkan tekanan terhadap dada dan kepala. Pasokan oksigen ke otak menjadi berkurang dan mengakibatkan rasa pusing dan sakit di area dekat kepala, yaitu gigi dan hidung (www.cigna.co.id).
    Sudah bertahun-tahun penyakit asam lambung datang dan pergi dalam tubuh saya. Sudah bertahun-tahun pula saya menjadi pecandu obat, baik dari dokter maupun saya beli sendiri di apotik ketika kambuh. Hal tersebut dikarenakan sangat sulit bagi saya untuk menghindari makanan pedas asam dan pola makan yang tidak baik.
    Kecanduan saya terhadap obat akhirnya bisa berhenti ketika saya mengalami kambuh pada saat tengah malam dan kehabisan obat. Saat itu sebenarnya saya sedang tidur pulas, tapi tiba-tiba terbangun karena merasakan mulas, sakit kepala, dan sesak nafas. Karena sangat tidak mungkin untuk mencari obat, akhirnya suami mengambilkan air hangat yang cenderung agak panas satu gelas besar.
    Setelah saya minum air hangat tersebut, saya merasakan sakit kepala saya sedikit berkurang. Selanjutnya saya berinisiatif untuk mengompres dada saya dengan air panas yang dimasukan ke dalam plastik untuk mengurangi asma yang saya rasakan, dan ternyata itu cukup berhasil. Setengah jam kemudian saya memutuskan untuk meminum lagi air hangat satu gelas besar dan alhamdulillah tidak sampai setengah jam kemudian saya bisa tidur kembali.  Memang satu sampai dua gelas air hangat bisa meredakan mulas dengan mencuci asam dari kerongkongan (www.liputan6.com).
    Sejak saat itu, saya berkomitmen untuk tidak lagi meminum obat saat mengalami asam lambung. Saya mencoba untuk melakukan terapi dengan menggunakan air putih hangat baik untuk mengobati maupun pencegahan. Untuk terapi tersebut saya mengikuti tips meminum air hangat ala Dr. Devia Irine putri (www.klikdokter.com) sebagai berikut.
    • Minum satu gelas air hangat saat bangun tidur dan sebelum menyikat gigi di pagi hari
    • Dua gelas air hangat sebelum dan sesudah sarapan.
    • Dua gelas air hangat, setidaknya 15-30 menit sebelum makan siang.
    • Setidaknya dua gelas air hangat sepanjang malam.
    • Satu gelas air hangat sebelum tidur.
    Selain tips dari Dr. Devia di atas, saya menambahkan dua poin lagi, yaitu meminum satu gelas air hangat setelah memakan cemilan pedas, asam, dan mengandung coklat. Yang kedua, saya akan meminum satu gelas air hangat setelah meminum minuman manis dan asam.
    Mengenai berapa suhu air hangat yang tepat untuk diminum dr. Devia menyebut: asal jangan terlalu panas. Kuncinya adalah jangan sampai suhu airnya membuat lidah menjadi mati rasa karena air yang kepanasan (www.klikdokter.com).
    Setelah menjalani tips minum air hangat di atas, saya merasakan asam lambung saya lebih jarang kambuh. Selain itu lambung juga terasa lebih nyaman karena lebih banyak material air dari pada makanan yang masuk ke lambung. Saat ini saya percaya bahwa air putih hangat lebih manjur dan lebih aman untuk mengobati naiknya asam lambung dari pada obat, tentunya jika kita meminumnya dengan cara yang benar.
    Sumber Ilustrasi: https://pxhere.com/id/photo/1454691
     
       
     
  • Penjelasan Tentang Zakat, Lengkap











    Penjelasan Tentang Zakat, Lengkap

    1. Pengertian
    Zakat

    Secara bahasa, zakat berarti suci,
    baik berkah, tumbuh, dan berkembang.


    Sedangkan secara istilah Zakat bisa
    diartikan sebagai harta yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim apabila telah
    mencapai syarat yang ditetapkan dan diberikan kepada orang yang berhak menerimanya.


    Sedangkan menurut Peraturan Menteri
    Agama No 52 Tahun 2014, Zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang
    muslim atau badan usaha yang dimiliki oleh orang Islam untuk diberikan kepada
    yang berhak menerimanya sesuai dengan syariat Islam.


    Zakat dikeluarkan guna mensucikan
    harta maupun jiwa kita. Ini disebabkan karena disetiap harta yang kita terima,
    terdapat hak orang lain. Dengan mengeluarkan zakat, hak-hak orang lain itu
    telah kita keluarkan. Dengan demikian, harta yang sudah dizakati sudah bersih
    dari harta-harta yang bukan hak kita.


    Allah SWT di dalam Al-Quran berfirman,

     

    خُذۡ
    مِنۡ أَمۡوَٰلِهِمۡ صَدَقَةٗ تُطَهِّرُهُمۡ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ
    عَلَيۡهِمۡۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٞ لَّهُمۡۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ 


    Artinya: “Ambillah zakat dari
    sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka
    dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman
    jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS.
    at-Taubah [9]: 103).

     

    2. Orang
    yang berhak menerima zakat (mustahiq)

    Sebagaimana disebutkn diatas, bahwa
    terdapat hak orang lain atas setip harta yang kita terima dari Allah SWT. Itu artinya,
    ada orang lain yang berhak menerima zakat yang kita keluarkan. Lalu, siapa saya
    orang yang berhak menerima zakat.


    Di dalam QS. At-Taubah ayat 60,
    Allah SWT berfirman:


    ۞إِنَّمَا ٱلصَّدَقَٰتُ لِلۡفُقَرَآءِ وَٱلۡمَسَٰكِينِ
    وَٱلۡعَٰمِلِينَ عَلَيۡهَا وَٱلۡمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمۡ وَفِي ٱلرِّقَابِ
    وَٱلۡغَٰرِمِينَ وَفِي سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱبۡنِ
    ٱلسَّبِيلِۖ فَرِيضَةٗ مِّنَ
    ٱللَّهِۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٞ 

     

    Artinya: ”Sesungguhnya zakat-zakat
    itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus
    zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak,
    orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam
    perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha
    Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

     

    Dari ayat tersebut di atas, Allah SWT.
    memberikan ketentuan ada delapan golongan orang yang menerima zakat yaitu
    sebagai berikut:


    a. Fakir, mereka yang hampir tidak memiliki
    apa-apa sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidup.

    b. Miskin, mereka yang memiliki harta namun
    tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar kehidupan

    c. Amil, mereka yang mengumpulkan dan
    mendistribusikan zakat.

    d. Mualaf, mereka yang baru masuk Islam dan
    membutuhkan bantuan untuk menguatkan dalam tauhid dan syariah.

    e. Riqab, budak atau hamba sahaya yang
    ingin memerdekakan dirinya.

    f. Gharimin, mereka yang berhutang untuk
    kebutuhan hidup dalam mempertahankan jiwa dan izzahnya.

    g. Fisabilillah, mereka yang berjuang di
    jalan Allah dalam bentuk kegiatan dakwah, jihad dan sebagainya.

    h. Ibnu Sabil, mereka yang kehabisan biaya
    di perjalanan dalam ketaatan kepada Allah.


    3. Macam-macam
    zakat

    Secara umum, zakat dibagi menjadi
    dua yaitu zakat fitrah dan zakat mal.

    a. Zakat Fitrah

    Zakat Fitrah adalah
    zakat yang diwajibkan atas setiap jiwa baik lelaki dan perempuan muslim yang
    dilakukan pada bulan Ramadhan.

    1.      Orang
    yang wajib wajib membayar zakat

    semua orang Islam, baik itu anak
    kecil maupun orang tua wajib mebayar zakat, adapun ketentuannya adalah sebagai
    berikut

    a.       hidup
    pada saat bulan ramadhan; maksudnya jika seseorang sakit dan belum meninggal
    hingga terbenamnya matahari di hari terakhir bulan ramadhan, atau jika sesaat
    sebelum matahari terbenam ada seorang bayi lahir maka ia wajib membayar zakat.

    b.      memiliki
    kelebihan kebutuhan pokok untuk malam dan hari raya idul fitri; artinya,
    kelebihan kebutuhan pokok ini mencakup kebutuhan pokok untuk orang-orang yang
    ada dalam tanggungannnya.

    2.      Waktu
    dibayarknnya zakat fitrah

    Zakat fitrah dibayarkan sejak malam
    pertama bulan Ramadhan, hingga satu syawal sebelum terbenam matahari, dengan rincian sebagai berikut:

    – Waktu dibolehkan, yaitu awal sampai akhir Ramadhan

    – Waktu wajib, yaitu setelah terbenamnya matahari di akhir bulan Ramadhan.

    – Waktu Sunnah, yaitu setelah terbit Fajar malam satu Syawal sampai sebelum shalat idul Fitri.

    – Makhruh, yaitu setelah shalat idul Fitri sampai sebelum terbenam matahari tanggal satu syawal

    – Haram, yaitu setelah terbenam matahari pada tanggal satu syawal (artinya sudah tidak masuk satu syawal lagi)

             b. Zakat Mal

            Zakat mal adalah zakat yang dikenakan
    atas segala jenis harta, yang secara zat maupun substansi perolehannya, tidak
    bertentangan dengan ketentuan agama.

    Adapun harta yang wajib dikeluarkan zakatnya mencakup
    hasil perniagaan, 
    pertanianpertambangan, hasil laut, hasil ternak, harta temuan, emas dan
    perak. Masing-masing jenis memiliki perhitungannya sendiri-sendiri.

    1.     
    Adapun ketentuan
    dikenakannya zakat tas harta yang dimiliki seseorang yaitu:

    a.      
    harta tersebut merupakan barang halal
    dan diperoleh dengan cara yang halal;

    b.     
    harta tersebut dimiliki penuh oleh
    pemiliknya;

    c.      
    harta tersebut merupakan harta yang
    dapat berkembang;

    d.     
    harta tersebut mencapai nishab sesuai
    jenis hartanya;

    e.      
    harta tersebut melewati haul; dan

    f.      
    pemilik harta tidak memiliki hutang
    jangka pendek yang harus dilunasi.

     

    2.      Macam-macam
    harta yang wajib di zakati adalah sebagai berikut:

    a.       Zakat
    emas, perak, dan logam mulia lainnya

    Adalah zakat yang dikenakan atas
    emas, perak, dan logam lainnya yang telah mencapai nisab dan haul.

    b.      Zakat
    atas uang dan surat berharga lainnya

    Adalah zakat yang dikenakan atas
    uang, harta yang disetarakan dengan uang, dan surat berharga lainnya yang telah
    mencapai nisab dan haul.

    c.       Zakat
    perniagaan

    Adalah zakat yang dikenakan atas
    usaha perniagaan yang telah mencapai nisab dan haul.

    d.      Zakat
    pertanian, perkebunan, dan kehutanan

    Adalah zakat yang dikenakan atas
    hasil pertanian, perkebunan dan hasil hutan pada saat panen.

    e.       Zakat
    peternakan dan perikanan

    Adalah zakat yang dikenakan atas
    binatang ternak dan hasil perikanan yang telah mencapai nisab dan haul.

    f.       Zakat
    pertambangan

    Adalah zakat yang dikenakan atas
    hasil usaha pertambangan yang telah mencapai nisab dan haul.

    g.      Zakat
    perindustrian

    Adalah zakat atas usaha yang
    bergerak dalam bidang produksi barang dan jasa.

    h.      Zakat
    pendapatan dan jasa

    Adalah zakat yang dikeluarkan dari
    penghasilan yang diperoleh dari hasil profesi pada saat menerima pembayaran,
    zakat ini dikenal juga sebagai zakat profesi atau zakat penghasilan.

    i.       
    Zakat rikaz

    Adalah zakat yang dikenakan atas
    harta temuan, dimana kadar zakatnya adalah 20%.

     

    3.      Syarat
    dikeluarkannya zakat mal adalah sebagai sebagai berikut:

    a.       Cukup
    nisab.

    Nishab
    adalah batasan jumlah minimal harta yang wajib dikenakan zakat

    b.      Haul

    Haul adalah batasan waktu satu tahun hijriyah atau 12 (dua belas)
    bulan qomariyah kepemilikan harta yang wajib di keluarkan zakat.

    Untuk
    syarat
    haul ini tidak berlaku untuk zakat pertanian, perkebunan dan kehutanan,
    perikanan, pendapatan dan jasa, serta zakat rikaz.


    Adapun ketentuan jumlah zakat yang dikeluarkan baik zakat fitrah maupun zakat mal bisa baca di sini.


     

     

     

     

     

     

     

    Sumber
    tulisan: baznas.go.id

    Sumber Ilutrasi: https://pixabay.com/id/photos/beras-makanan-makan-makanan-pokok-960627/

    https://pxhere.com/id/photo/980757

    https://pixabay.com/id/photos/budidaya-padi-sawah-gangavati-204200/

  • Resep Kue Nastar Selai Kurma Untuk Lebaran

    Kue Nastar merupakan kue yang sangat sering kita jumpai pada saat moment hari raya idul fitri tiba. Kue ini biasa disajikan untuk menyambut tamu, maupun keluarga yang berkunjung ke rumah.

    Kue Nastar sendiri adalah sejenis kue kering dari adonan tepung terigu, mentega dan telur yang diisi dengan selai buah nanas. Asal kata nastar sendiri berasal dari bahasa Belanda, yaitu ananas dan taart (www.wikipedia.com). 

    Seiring dengan berjalannya waktu kue nastar kini sudah berkembang dengan berbagai resep nastar yang bervariasi. Selain itu sekarang nastar juga dibuat dengan selai buah lain, misalnya kurma, stroberi, bluberi, dan lain-lain.

    Kali ini saya akan berbagi resep nastar dengan selai kurma. Berikut bahan dan cara membuatnya.

    #Bahan untuk adonan:

    -Tepung terigu 250 gram

    -Tepung maizena 25 gram

    -Susu bubuk 1 sendok makan

    -Mentega 175 gram

    -Gula halus 50 gram

    -4 butir telur ayam ambil bagian kuningnya (3 untuk adonan dan 1 untuk olesan)

    #Bahan untuk selainya:

    -200 gram kurma, haluskan terlebih dahulu

    -Kayu manis bubuk 1/2 sendok teh

    -Garam 1/2 sendok teh

    -Gula pasir 100 gram

    -50 ml air putih

    #Cara membuat selai kurma

    Kita akan membuat selesai kurmanya terlebuh dahulu. Cara memembuat selai kurma tidak susah alias gampang.

    Kamu hanya perlu memasukan kurma yang sudah di haluskan dengan 50 ml air putih ke dalam panci di atas api kecil. Lalu campurkan gula pasir, kayu manis, dan juga garam. Jangan berhenti diaduk sampai semua bahan mengental. Jika dirasa sudah tampak seperti selai, angkat dan sisihkan.

    #Cara membuat adonan untuk kue kering nastarnya.

    1. campurkan dulu tepung terigu, tepung maizena, dan juga susu bubuknya. Kemudian ayak supaya lebih halus.

    2. Sedangkan dalam wadah lain, campurkan gula halus, kuning telur, dan juga mentega. Kocok semuanya hingga lembut.

    3. campurkan semua adonan tadi dan aduk rata menggunakan spatula hingga adonannya kenyal atau bisa dibentuk.

    4. Kemudian adonan tinggal dibentuk kecil-kecil, mau berbentuk bulat ataupun lonjong sesuai keinginan. Jangan lupa isikan selai kurma yang sudah dibuat tadi. Olesi atasnya dengan kuning telur.

    5. Jika sudah dibentuk semua. Tinggal diletakkan di atas loyang yang sudah diolesi margarin atau pun minyak goreng secukupnya. Terakhir panggang nastar kurang lebih selama 25 menit.

    #Penyajian

    Setelah dipanggang dan dirasa sudah matang. Angkat dan sajikan kue nastar selai kurmanya di atas piring. Taburi keju atau disiram dengan madu juga boleh. Karena nastar merupakan kue kering, jadi kamu juga bisa menyimpannya di dalam toples terlebih dahulu. Dijamin awet dan gak basi sampai lebaran. Nastar lebih nikmat jika disantap bersama keluarga besar.

    Sumber Ilustrasi: https://pixabay.com/id/photos/kue-kering-kue-nastar-kue-toko-roti-1948469/