Blog

  • Lirik Lagu Melukis Senja

    Aku mengerti
    Perjalanan hidup yang kini kau lalui
    Ku berharap
    Meski berat, kau tak merasa sendiri

    Kau telah berjuang
    Menaklukkan hari-harimu yang tak mudah
    Biar ku menemanimu
    Membasuh lelahmu
    Izinkan kulukis senja
    Mengukir namamu di sana
    Mendengar kamu bercerita
    Menangis, tertawa
    Biar kulukis malam
    Bawa kamu bintang-bintang
    ‘Tuk temanimu yang terluka
    Hingga kau bahagia
    Aku di sini
    Walau letih, coba lagi, jangan berhenti
    Ku berharap
    Meski berat, kau tak merasa sendiri
    Kau telah berjuang
    Menaklukkan hari-harimu yang tak indah
    Biar ku menemanimu
    Membasuh lelahmu
    Izinkan kulukis senja
    Mengukir namamu di sana
    Mendengar kamu bercerita
    Menangis, tertawa
    Biar kulukis malam
    Bawa kamu bintang-bintang
    ‘Tuk temanimu yang terluka
    Hingga kau bahagia, haa-haa
    Haa-haa
    Izinkan kulukis senja
    Mengukir namamu di sana
    Mendengar kamu bercerita
    Menangis, tertawa
    Biar kulukis malam
    Bawa kamu bintang-bintang
    ‘Tuk temanimu yang terluka
    Hingga kau bahagia
    ‘Tuk temanimu yang terluka
    Hingga kau bahagia

    Sumber: Musixmatch
    Penulis lagu: Budi Syahbudin
    Sumber ilustrasi: https://www.piqsels.com/id/search?q=biru+oranye&page=12
  • Manfaat Air Putih untuk Kecantikan

    manfaat air putih


    Oleh: Mai Hamdati


    Setiap wanita pasti ingin terlihat cantik. Sedangkan salah satu kriteria cantik itu adalah kulit yang bersih, lembut, lembab dan bersinar. Banyak wanita yang berusaha untuk mendapatkan kecantikan tersebut dengan membeli produk kecantikan mulai dari harga yang paling murah hingga yang paling mahal. Bagi mereka yang mempunyai banyak uang tentu tidak masalah menghabiskan banyak uang untuk melakukan perawatan mahal dengan hasil yang bagus, tapi bagi mereka yang punya uang pas-pasan harus terima dengan perawatan seadanya dengan menggunakan produk yang mereka beli sendiri di warung dengan kualitas yang belum jelas.

    Tidak banyak wanita yang tahu bahwa perawatan kecantikan itu bisa mereka lakukan sendiri tanpa menggunakan produk kecantikan dan terbukti sangat aman, kecuali memberikan kesehatan di tubuh. Perawatan kecantikan ini sangat berhubungan dengan pola hidup kita sehari-hari dan tidak  membutuhkan biaya sepeserpun. Hal tersebut dikarenakan Kecantikan wajah dan tubuh kita sangat terpengaruh dengan apa yang kita masukan ke dalam perut yang nantinya akan diproses dan memberikan nutrisi kepada kulit wajah maupun kulit tubuh yang lain. 

    Hal sederhana yang sangat berpengaruh terhadap kulit tersebut adalah kecukupan asupan air putih yang harus kita penuhi setiap hari. Sebagaimana tumbuhan, Kekurangan asupan air dalam tubuh kita tentu akan membuat kulit menjadi kering, bersisik, dan susah untuk melakukan regenerasi, sehingga membuat bekas luka sulit hilang dan tentu saja mempercepat penuaan. Untuk memenuhi kecukupan air putih, biasanya saya meminum air putih sepuluh gelas dalam sehari, naik dua kali lipat dari sebelumnya hanya lima gelas perhari.

    Pola hidup dengan cukup minum air putih ini telah saya terapkan selama satu bulan dan kini mulai memperlihatkan hasil yang baik, maski tidak seekstrim jika kita menggunakan produk kecantikan yang bisa membuat kulit menjadi putih, bersih, dan bersinar dengan cara yang cepat. Paling tidak setelah saya melakukan pola hidup cukup meminum air putih, ada perbedaan di kulit saya yang akan saya jabarkan di dalam manfaatt air putih untuk kecantikan di bawah ini.

    1. Membuat kulit wajah lembab

    Manfaat dari cukup minum air putih yang paling saya rasakan adalah kulit wajah menjadi lebih lembab dari sebelumnya. Hal tersebut saya sadari ketika saya menggunakan bedak, dimana sebelumnya kulit akan terlihat bersisik saat menggunakan bedak karena saya tidak menggunakan alas bedak. Kini masalah tersebut tidak terjadi lagi, meskipun saya langsung menggunakan bedak tanpa didasari alas bedak dan pelembab wajah apapun. Maklum, saya memang termasuk wanita yang malas berdandan, hehe…

    1. Membuat kulit tubuh menjadi lembab

    Selain membuat kulit wajah lebih lembab, maanfaat cukup minum air putih juga membuat kulit tubuh saya lebih lembab. Hal tersebut bisa dilihat dari kulit tangan dan kaki yang saat ini tidak lagi kering dan bersisik, meski tidak menggunakan pelembab kulit di siang hari. Padahal sebelumnya, saya harus merelakan kulit tubuh kering di siang hari jika tidak menggunakan pelembab kulit. Memang hasilnya tidak selembab menggunakan pelembab kulit, tapi paling tidak dengan meminum cukup air putih kini kulit tubuh saya tidak lagi bersisik meski di cuaca yang sangat panas sekalipun.

    1. Membuat kulit wajah lebih halus

    Manfaat dari cukup minum air putih di wajah selanjutnya adalah membuat kulit wajah lebih halus dari sebelumnya. Hal tersebut dikarenakan cukupnya kadar air di kulit sehingga membuat kulit lebih kenyal dan halus saat disentuh. 

    1. Mempercepat hilangnya noda hitam di wajah akibat jerawat

    Manfaat cukup minum air putih yang saya rasakan selanjutnya adalah mempercepat regenerasi kulit wajah sehingga membuat noda hitam akibat jerawat lebih cepat hilang. Selain itu, cukup minum banyak air putih juga membuat bintik hitam di bawah mata akibat penuaan tidak bertambah, meski sampai saat ini belum mampu menghilangkan bintik hitam yang sudah ada.

    1. Menyembuhkan kulit pecah-pecah pada kaki

    Manfaat cukup minum air putih terakhir yang saya rasakan adalah menyembuhkan kulit pecah-pecah di tumit dan telapak kaki. Hal tersebut masuk akal karena banyak kadar air di kulit membuat kulit lebih lembab dan tentu saja tidak akan terjadi retak atau pecah-pecah di kulit. Sebagaimana tanah yang kekurangan air tentu lama-kelamaan akan terjadi retak-retak, tapi ketika sudah diguyur hujan yang cukup maka tanah tersebut akan menutup dengan sendirinya. 


    Itulah lima manfaat cukup minum air putih untuk kecantikan yang bisa kita dapatkan. Manfaat tersebut sejalan dengan pendapat Rachel Nazarian M.D., dermatolog dari Schweiger Dermatology Group di New York, AS, pada blog hellosehat.com yang menjelaskan bahwa tanpa asupan air yang memadai, kulit akan terlihat kusam, berkeriput, dan pori-pori pun semakin menonjol. Lebih lanjut lagi beliau mengatakan bahwa air juga dapat menangkis jerawat dengan mengurangi konsentrasi minyak pada kulit.

    Akhirnya, selamat mencoba perawatan kecantikan kulit wajah dan kulit tubuh dari pola hidup minum cukup air putih. Semoga kita bisa hidup lebih sehat dan tentunya lebih cantik dengan cara yang alami, aman, dan murah meriah. 

    Tanggamus, 4 Mei 2021

    Mai Hamdati, Ibu Rumah Tangga yang suka menulis apa saja

    Sumber ilustrasi: https://www.pikist.com/free-photo-sbsfp/id

  • Keuntungan Yang Didapatkan Oleh Orang Yang Bisa Bernyanyi


    Oleh: Mai Hamdati

    Meski kelihatannya bernyanyi itu persoalan yang mudah, tetapi kenyataannya tidak semua orang bisa bernyanyi. Ada beberapa orang yang kesulitan membaca nada musik, suaranya fals ketika bernyanyi, dan tidak percaya diri untuk bernyanyi. Mereka bukannya tidak suka bernyanyi, justru mereka sangat suka bernyanyi. Tetapi karena tidak bisa, biasanya mereka hanya berani bernyanyi di kamar mandi dan di dalam hati. Wkwkwk…

    1. Bernyanyi untuk menghibur diri sendiri

    Orang yang bisa bernyanyi akan selalu bernyanyi dalam keadaan senang maupun sedih. Jika kita sedang galau, kita bisa menyanyikan lagu galau. Sebaliknya jika kita sedang bahagia kita bisa bernyanyi lagu bahagia untuk mengungkapkan perasaan kita. Selain itu, orang yang bisa bernyanyi biasanya menghafal banyak lagu, sehingga dia punya banyak referensi untuk meluapkan perasaan. Sebaliknya orang yang tidak bisa bernyanyi hanya menghafal beberapa lagu yang sangat dia sukai saja. 

    1. Orang yang bisa bernyanyi lebih mudah bergaul

    Orang yang bisa bernyanyi mempunyai keuntungan lebih, yaitu lebih mudah  bergaul. Mereka tentu tidak canggung jika diajak ke tempat hiburan seperti karaoke atau karaokean di rumah teman. Bagi teman mereka, pasti juga lebih asyik mengajak orang yang bisa bernyanyi, karena mereka bisa bernyanyi bersama.

    Sebaliknya, bagi orang yang tidak bisa bernyanyi, pasti akan malas jika diajak karaokean apalagi ke tempat karaoke. Mereka pasti hanya diam di pojokan sambil memperhatikan teman-teman mereka. Meski ada juga yang cukup percaya diri untuk tetap bernyanyi, tapi itu sangat sedikit jumlahnya dan pasti akan jadi bahan tertawaan. 

    1. Bernyanyi untuk merayu pujaan hati

    Orang yang bisa bernyanyi punya senjata ampuh untuk melelehkan hati pujaan hatinya. Apa lagi kalau mereka merayu pujaan hatinya dengan menyanyikan lagu cinta. Pasti wanita yang mereka incar akan langsung membuka hati untuk menerima cintanya. Berbeda dengan orang yang tidak bisa bernyanyi, mereka tidak mungkin mengungkapkan perasaan mereka dengan bernyanyi. Jangan-jangan baru mendengar suara mereka yang fals, wanita yang mereka dekati langsung menutup telinga dan kabur.

    1. Orang yang bisa bernyanyi mempunyai rekomendasi tempat hiburan lebih banyak 

    Saat ini banyak sekali tersedia tempat karaoke baik di kota besar maupun kota kecil yang bisa dimanfaatkan oleh mereka yang bisa bernyanyi. Bahkan kalau kita perhatikan, sekarang banyak sekali tempat rekreasi dan restoran yang menyediakan fasilitas karaoke gratis bagi para pengunjungnya. Bagi orang yang bisa  bernyanyi, hal tersebut tentu sangat menyenangkan. Mereka bisa menikmati dua fasilitas hiburan sekaligus dalam satu tempat, sedangkan orang yang tidak bisa bernyanyi hanya bisa menjadi penonton saja.

    1. Orang yang bisa bernyanyi bisa menyumbangkan lagu di acara pesta

    Keuntungan orang yang bisa bernyanyi yang terakhir adalah mereka bisa ikut tampil alias menyumbangkan lagu di acara pesta. Baik itu pesta pernikahan, khitanan, dan syukuran. Bagi mereka yang bisa bernyanyi tentu sangat membanggakan bisa bernyanyi ditonton oleh banyak orang.


    Jika kalian memang suka bernyanyi, maka belajarlah mulai sekarang. Saya jamin, kalian akan mendapatkan manfaat yang benar-benar nyata dalam kehidupan sehari-hari.


    Tanggamus, 4 Mai 2021



    Mai Hamdati, Ibu rumah tangga yang suka menulis apa saja



    Sumber Ilustrasi, https://publicdomainvectors.org/id/bebas-vektor/Vektor-ilustrasi-manusia-bernyanyi-dan-bermain-gitar/8037.html
  • 8 Cara Memaafkan Orang Lain

    Oleh: Mai Hamdati

    8 Cara Memaafkan Orang Lain

    ragamkatakita.com – Semua orang pasti pernah sakit hati baik terhadap teman, pacar, orang yang baru kita kenal, atau bahkan dengan keluarga sendiri. Setiap orang juga mempunyai cara masing-masing untuk menyembuhkan sakit hati tersebut, termasuk bagaimana cara memaafkan orang lain.

    Jangan Salah Mengolah Sakit Hati

    Kesalahan dalam mengolah perasaan sakit hati bisa mempunyai dampak yang bermacam-macam, yaitu balas dendam, tidak mau lagi bertemu, dan perasaan terluka yang tak bisa sembuh. Kesalahan tersebut harus dihindari dengan cara memaafkan orang tersebut demi kebaikan kita sendiri.

    Memaafkan orang lain sangat penting jika kita ingin tetap bisa menikmati hidup dan tetap awet muda loh, serius. Menyimpan perasaan benci terhadap orang lain itu akan membuat hidup kita sulit merasa bahagia.

    Meski mungkin hubungan kita dengan orang tersebut tidak akan bisa seperti sebelumnya, tapi dengan memaafkannya paling tidak akan membuat hati kita lebih tenang.

    Cara Memaafkan Orang Lain

    Di bulan Ramadhan yang penuh ampunan ini, mari kita belajar cara memaafkan orang lain dengan cara sederhana berikut.

    – Curhat dengan teman

    Untuk bisa memaafkan orang lain, kita harus mengatasi perasaan sedih terlebih dahulu. Salah satu caranya dengan bercerita kepada keluarga atau teman yang bisa dipercaya. Ceritakanlah perasaan kita supaya beban berat yang kita rasakan terasa berkurang.

    – Jangan menangis sendiri, tapi menangislah dengan orang lain

    Kalau memang ingin menangis, menangislah dengan orang lain. Jangan menangis sendiri, karena justru luka itu akan semakin sakit. Luapkan perasaan kita dengan menangis, karena menangis itu tidak tidak membatalkan puasa kok.

    – Tidak usah pikirkan tanggapan orang

    Setelah kita mengalami peristiwa yang tidak menyenangkan, biasanya selain sedih kita juga berpikir bagaimana tanggapan orang. Sedikit berpikir boleh, tapi jangan berlebihan ya. Bagaimanapun yang menjalani hidup itu kita. Jadi, nggak usah terlalu perduli anggapan orang di luar sana.

    – Ajaklah teman untuk ke luar

    Carilah suasana baru dengan mengajak teman keluar. Kalau pas libur ngajak teman traveling juga boleh dengan tetap mematuhi protokol kesehatan ketat ya, karena kita masih di masa pandemi.

    – Nonton Film Lucu

    Kalau nggak bisa traveling, ajaklah teman nonton film lucu. Dengan nonton film lucu, kita akan belajar untuk bisa tertawa lagi.

    – Jangan menghindar orang yang menyakiti kita

    Jika pada suatu saat kita harus bertemu dengan orang yang menyakiti kita, maka jangan menghindar. Jalani saja dengan pasrah. Mungkin awalnya akan canggung tapi lama kelamaan pasti akan terbiasa.

    – Jangan menutup komunikasi

    Jangan menutup komunikasi, karena hanya akan membuat kita semakin sulit untuk memaafkan.

    – Cobalah untuk lebih bisa menikmati hidup

    Cobalah untuk lebih bisa menikmati hidup karena semua yang terjadi sudah ada yang mengatur, bahkan setiap kesedihan dan kebahagiaan juga sudah ada yang menentukan.

    Ingat, hidup ini terlalu indah untuk dijalani dengan kesedihan dan perasaan dendam. Dengan berpikir positif tersebut kita akan lebih mudah untuk memaafkan orang yang menyakiti kita.

    Dirimu Adalah Milikmu

    Ya, dirimu adalah milikimu. jangan biarkan orang lain, dengan berbagai sifat dan sikap tidak baiknya pada kita, membuat kita tidak bahagia, memiliki dendam, dan hidup tidak tenang.

    Percayalah, kebahagiaan dalam diri kita hanya kita yang bisa mengendalikannya. jika ada orang lain yang menykiti kita, cobalah untuk menggunakan cara memaafkan orang lain diatas.

    Atau menggunakan caramu sendiri. karana saya yakin, setiap orang memiliki cara sendiri untuk mengolah, mengendalikan, hatinya masing-masing. 

                                        Tanggamus, 04 Mei 2021




    Mai Hamdati, Wanita kelahiran 86 ini merupakan lulusan lulusan Fakultas Sastra Indonesia UNY. Menjadi ibu rumah tangga yang sibuk dan aktif menulis.



    Sumber Ilustrasi: https://publicdomainvectors.org/id/bebas-vektor/Pengampunan-vektor-ilustrasi/1772.html

  • Lelaki yang Membawaku Pada Masa Lalu


     
    Oleh:
    Mai Hamdati

     

    Tak ada yang bisa ku bagi denganmu,  tak ada yang ingin ku bagi denganmu, tak ada
    apapun, satupun bahkan sekedar  titik,
    koma, atau apa saja.

    ***

    Masa laluku adalah sumur kering yang tidak meninggalkan
    setetespun ingatan yang tersisa. Jadi untuk apa kau masih bertanya dan masih
    saja memaksa.

    Katamu, “Aku begitu ingin tahu.”

    Katamu, “Aku hanya ingin membantu.”

    Hah,
     tentu saja aku meringis mendengar
    kata-katamu yang terdengar lugu. Berpikir negatif dengan rasa penasaranmu yang
    terlalu.

    “Aku tak butuh bantuanmu.” jawabku lirih seolah
    sedang berbisik pada angin yang saat ini sedang menyapu wajahmu.

    “Aku sungguh ingin membantu.” pintamu dengan memelas.

    “Aku tak butuh bantuanmu.” penolakanku makin
    mengeras.

    Apa kau tidak bosan mendengar jawabanku yang
    berulang-ulang. Tak ada yang bisa kurasakan saat ku kunyah kata-katamu kecuali
    getir pasir yang kau jejalkan dengan mulutmu.

    Kau memang keras kepala, terus saja datang tak kenal
    titi mangsa. Mungkin kau sengaja mematikan detak angka yang melingkar di tangan
    kirimu, di dalam bingkai kaca yang terpasang di dinding kamarmu, dinding ruang
    tamumu, dinding dapurmu, bahkan di layar ponselmu supaya aku tahu bahwa kau
    memang tak pernah bisa akur dengan waktu.

    Pagi, siang, sore, dan malam kau selalu datang. Entah
    itu hanya dalam pikiran atau sapaan di ponselku.  Seperti  malam ini, aku kembali menemukan sms dari nomor
    yang kuberi nama atas namamu.

     Assalamu’alaikum Wr. Wb.”   tulismu di awal kalimat. Selalu, ucapan salam
    yang sempurna.

    Kemudian tidak lupa disertakan gambar emosi  berupa senyuman atau tawa ceria seperti biasa.
    Setelah itu, kau akan mulai bertanya dan terus bertanya yang aku tak tahu
    jawabannya kecuali kata entah lah, terserah lah, dan masa bodoh lah.

    Sampai saat ini aku tidak suka, tapi juga khawatir
    seandainya esok kau lupa apakah aku akan merindukannya.

    ***

    Tak ada satupun yang kekal dan abadi di dunia ini.
    Tidak ada pengecualian bahkan hati manusia. Dulu, aku sangat menyukai lelaki
    sepertimu, tapi sekarang tak ada yang berkesan, entah itu hanya sebagai teman,
    sahabat, atau sekedar orang yang  baru kukenal.
     

    “Kau suka membaca?”  tanyamu ramah  

    “Dulu suka, sekarang tidak.”  jawabku sedikit marah

    “Kau suka menulis?” tanyamu selanjutnya

    “Dulu suka, sekarang tidak.” jawabku masih sama

    “Kau suka membaca novel?” pertanyaanmu  yang ketiga

    “Dulu suka, sekarang tidak.” Jawabanku yang selalu
    sama.

    Akhirnya  kau
    hanya tersenyum seperti biasa, senyum yang biasa saja.

    “Mau enggak, aku kirimi novelku?” aku agak terkejut
    dan menjawab sekenanya saja.

    “Boleh.”

     Terakhir  kau meminta alamatku dan aku pun
    memberikannya.

    Saat itu aku masih bisa untuk tidak berpikir apapun
    tentang obrolan kita seperti semua peristiwa biasa yang tidak pernah kupikirkan
    sebelumnya. Aku sudah belajar banyak dan melalui proses panjang untuk bisa
    menjalani setiap peristiwa dengan menganggapnya biasa saja. Aku sudah terbiasa tidak
    memikirkan kenapa peristiwa itu terjadi dan tidak mengambil kesimpulan pada
    setiap akhirnya. Bagiku kehidupan memang menyajikan pertemuan dan perpisahan,  jadi jangan terlalu bahagia dan jangan terlalu
    rasakan sakitnya. Jalani saja dengan santai sampai akhir dengan berpikir  sederhana dan menyederhanakan pikir.  

    Sikap demikian 
    juga aku lakukan  terhadap peristiwa
    awal perkenalan kita di dunia maya yang tidak lagi kutemukan dalam ingatan.
    Saat itu entah hari apa, entah langit berwarna biru muda atau biru tua. Yah, entahlah
    aku benar-benar  lupa hingga akhirnya
    menganggapnya biasa saja.

    “Kenapa tidak menulis lagi” tanyamu tanpa dosa.

    “Malas,” jawabku datar tak tahu harus bagaimana.

    Aku sudah lupa bagaimana caranya mengolah rasa. Hati
    ini hanya tinggal organ tubuh yang tak tahu harus aku apakan keberadaannya.
    Dulu aku telah membiusnya hingga tak bisa merasakan apa-apa.

     “Dengan
    keadaanku sekarang bagaimana mungkin aku bisa menulis lagi.” bicaraku dalam
    hati.

    “Sebagai mantan mahasiswa jurusan sastra, sayang
    sekali waktu yang terbuang sia-sia  jika
    tidak digunakan untuk  menulis dan bla bla bla….”Kali ini kau gunakan jurus
    ceramah panjangmu untuk mengalahkanku.

      “Tak tahulah,”  aku pun menggunakan jurus kalimat andalanku
    untuk menangkis seranganmu.

    Entah sudah jam berapa ketika kau berhenti bersuara,
     meninggalkanku yang hanya bisa terdiam tak
    bisa ke mana mana. Di  kamar yang kosong
    dan ingatan yang kosong mataku terus saja menyala. Aku sempat ingin memanggilmu,
    tapi tak tahu bagaimana caranya. Entah kenapa kali ini aku tak bisa bersikap
    biasa saja, meski juga sadar jika orang lain hanya melihat kita sebentar,
    menilai kita, kemudian lupa.

     Hingga
    kemarin aku tak bisa merasakan kedatangan siapapun.  Meski terkadang ada yang membawa seikat bunga,
    sekata cinta, bahkan sekedar ucapan salam kenal.  tak ada yang berkesan dari setiap kedatangan,
    kecuali hanya mencoba memahami setiap kepergian setelah mereka bosan dalam
    penantian. Ada yang pergi sambil mengumpat seekor anjing, ada yang hanya menggumam
    tapi kemudian berteriak  di luar, dan ada
    pula yang pergi tanpa kusadari ketika yang datang adalah pria yang sangat
    hati-hati.

    Dari  setiap
    lelaki yang datang tak ada yang berceramah  sepertimu. Tak ada yang bertanya tentang masa
    laluku. Tak ada yang menganggap apakah menulis itu penting atau tidak bagiku. Bukan
    karna mereka tidak tahu, tapi karena dunia mereka berbeda denganku dan wajar
    saja jika itu menjadi tidak penting bagi mereka.  Sedang kau, meski aku sangat benci dengan
    ceramahmu, tapi aku juga mengerti bahwa duniamu adalah masa laluku. Dan kau
    hanya heran kenapa menulis hanya menjadi masa lalu untukku, padahal menulis
    adalah masa lalu, masa sekarang, dan masa depan untukmu.

    “Yuk menulis lagi..’  ajakmu dengan hangat.

    “Malas,”  jawabku
    amat singkat.

    Kupikir jawaban singkatku akan mempersingkat obrolan
    kita, tapi ternyata tidak demikian. Malam  ini kau menceramahi aku lagi. Kali ini tentang
    kesenangan terhadap menulis dan hebatnya sebuah tulisan. Menurutmu, sebuah
    karya tulis akan menjadi tanda keberadaanmu di atas bumi  meski suatu saat nanti kau sudah tidak
    terlihat lagi. Banyak yang kau katakan dan banyak pula yang tidak kudengarkan.

    “Ayo, mulai menulis lagi,” ajakmu terakhir kali.

    “Malas,” jawabku masih sama seperti  saat kau mengajakku pertama kali.

    Malam ini berakhir sama seperti malam sebelumnya. Mataku
    terus saja menyala meski sudah kumatikan ponselku supaya tidak bisa lagi
    mendengar ceramahmu. Situasi ini sungguh tidak adil, aku terus terjaga sedang
    kau di sana tidur dengan nyenyaknya. Aku harus bagaimana, aku harus mengadu
    pada siapa.

    Seperti  kau
    yang selalu bertanya padaku, sesungguhnya aku juga ingin sekali bertanya
    padamu. seandainya saja kau tahu tanpa aku harus mengatakannya pasti itu akan
    sangat membantu.  Tapi kenyataannya,
    sekarang aku hanya bisa bertanya dan mencari sendiri berbagai kemungkinan
    jawabannmu.

    Mungkin kau akan menjawab, “Pasti ada hikmah di
    balik setiap peristiwa,”  atau, “Yah inilah
    kehidupan, semua sudah direncanakan dan kita tinggal menjalaninya dengan
    penerimaan.” Sedang kemungkinan jawaban lainnya, aku yakin pasti masih tetap
    dengan isi yang sama hanya menggunakan diksi yang berbeda.

    “Masihkah ada gunanya, jika ku lihat lagi masa laluku
    sekarang,” tanyaku dalam hati.

    Akhirnya aku jadi banyak bertanya dan kuwalahan
    sendiri untuk menjawabnya. Aku juga mencoba mengingat apakah dulu aku bisa menulis,
    seperti apa bentuknya dan di mana aku menyimpannya. Sepertinya  ada kata-katamu yang  terjebak di hatiku kemudian menguasai pikiranku.

    Pada malam berikutnya, kaupun memanfaatkan
    pertahananku yang sudah rapuh. Kau menyuruhku untuk membuat cerita pendek dan
    mengirimkannya ke alamat emailmu yang kau beri jangka waktu sampai tanggal
    terakhir bulan ini.  Gayamu saat itu seperti
    seorang guru yang kemudian aku iyakan seolah aku adalah muridmu.  Mungkin karena aku telah kalah darimu dan
    sebagai pihak yang kalah aku harus menuruti keinginanmu.

    ***

    Maka Bacalah dengan teliti apa yang kutulis ini dan jangan
    sampai ada yang terlewatkan. Karna mungkin di  sana ada masa lalu yang  bisa kubagi denganmu, sesuatu yang ingin
    kubagi denganmu.

     

    Tanggamus,
    Februari 2014

     


    Sumber Ilustrasi: https://www.pikist.com/free-photo-ivwvt/id

  • Benci dan Keikhlasan


     Karya:
     Chotibul Umam


    Andi dan Nisa adalah teman akrab semenjak mereka duduk di bangku SMP. Keakraban mereka lebih dari sekadar teman. Tak jarang mereka makan bersama, bergantian. Hari ini makan di rumah Nisa besok di rumah Andi. Hingga keluarga mereka menganggap keduanya sebagai saudara sendiri.
    Kisah pertemanan ini berubah saat secara tidak sengaja, mereka menyukai sinetron yang sama. Sinetron baru yang tayang belum lama, bercerita tentang perjalanan cinta ank SMA. Sejak saat itu mereka mengungkapkan perasaannya melalui sms, saat menonton sinetron kesukaan mereka itu di rumah masing-masing. Saat ini keduanya duduk di bangku sekolah SMA. Pada sekolah yang sama.
    ***

    Lebih dari tiga tahun Andi dan Nisa berteman, hampir tidak ada pertikaian antara keduanya. Namun semenjak lima bulan mereka jadian, pertengkaran sering terjadi.

    “Kenapa kamu masih saja berbohong, An?” tanya Nisa.

    “Apa maksudmu?” Andi balik bertanya.

    “Bukankah kamu telah berjanji untuk tidak berbohong lagi?”

    “Kamu tidak percaya padaku?” tanya Andi.

    “Sudahlah, tidak ada alasan lagi bagiku untuk percaya padamu, An” kata Nisa.

    “Kamu ini kenapa, Nis?” tanya Andi.

    “Kemarin kamu batal main, katanya ada kegiatan di rumahmu. Tapi kamu malah pergi sama Nurul. Apa itu balasan kesabaranku padamu selama ini?” suara Nisa meninggi.

    “Mulai saat ini, jangan temui aku lagi,” kata Nisa. Meninggakan Andi.

    Ini adalah pertikaian Nisa dan Andi untuk kesekian kalinya, setelah sebelumnya Andi berbohong atas hal yang hampir sama. Dan entah, apakah esok Nisa akan kembali mepercayai Andi atau tidak, setelah kebohongannya yang berkali-kali itu.

    Setiap kali Andi membohonginya, kebencian Nisa semakin menjadi, walau saat itu juga, ia teringat bahwa biasanya ia akan kembali percaya pada Andi, setelah ia dibohongi dan dibohongi lagi.

    Demikianlah Kebencian, kemarahan dan kegetiran yang dirasakan Nisa, selalu melahirkan simalakama. Keinginan untuk menjauhi Andi dan kesabaran menanti setiap janji dan kata manisnya, selalu datang silih berganti hingga membuat hatinya sedih tak bertepi.

    “Ya Tuhan, betapa lemahnya jiwaku ini,” lirih Nisa dalam hati.

    Dalam balutan kesedihan mendalam, Nisa termenung menyendiri di kamarnya. Kesedihan dan hampa, menggulung kesadaran jiwanya. Ia hanya diam, dan tidak ingin bercerita pada siapapun. Karena dirumahnya, ibu bapaknya bukan lagi suami istri, yang menaunginya, sebagai anak semata wayang. Cinta terlarang yang dimainkan ibu bapaknya terhadap orang ketiga dan keempat membuat mereka egois dengan urusan cinta sendiri, tanpa memperhatikan anaknya yang sedang tumbuh kembang, bak bunga yang mekar.

    “Kepada siapa lagi aku harus berkeluh kesah Ya Allah, hanya padaMu, aku memohon petunjuk dan berpasrah,” doa Nisa di hati.

    Pelajaran agama yang diterimanya di sekolah, mengarahkannya sedikit, untuk berpasrah pada yang Sang Pencipta.

    ***

    Di kantin sekolah.

    “Dari mana Nisa tahu kamu pergi sama Nurul?” tanya Bagas

    “Aah, itu tidak penting. Tenang saja, besok atau lusa, dia pasti tenang sendiri dan akan menerimaku lagi,” kata Andi, tersenyum puas.

    “Tapi hati-hati, lho. Banyak mempermainkan perasaan wanita bisa kualat nanti,” kata Bagas.

    “Aisysy…” Andi mencak.

    “Kalau itu yang ngomong Nisa, mungkin saja aku percaya. Lha yang ngomong kamu, coba cewek kamu berapa?” tanya Andi, membelalakan mata ke muka Bagas.

    “Banyak brooo”

    “Ha ha ha” Mereka tertawa lepas.

    ***

     “Akhir-akhir ini kamu terlihat kurang ceria, ada apa, Nis?” tanya Leni, teman sekelas Nisa.

    Nisa hanya diam. Pandangannya terpaku pada halaman buku yang ada di depannya. Semenjak pertemuan terakhir dengan Andi, hatinya tidak bisa tenang. Ada perasaan takut, khawatir, bersalah, dan entah terasa ada yang mengganjal di hati. Berat.

    “Nis” panggil Leni, dengan suara keras.

    “ I . . I . .  iya” Nisa kaget.

    “Andi, Len” jelas Nisa.

    “Ada masalah dengan Andi lagi?” tanya leni.

    “Aku kira pertemananku dengan Andi yang telah lama, membuatku tahu segalanya tentang Andi. Sehingga aku mau jadian sama dia. Ternyata aku salah,” Jawab Nisa.

    Kemudian Nisa menceritakan tentang kebohongan Andi. Ia juga bercerita, tentang keanenah yang ia rasakan. Di mana ia seperti wanita yang tak berdaya, menghadapi janji-janji Andi, walaupun sudah sering kali ia berjanji dan sering kali berbohong pula.

    “Wah, bahaya itu, Nis?” kata Leni.

    Nisa memandang Leni, tajam. Matanya menyiratkan keingintahuan mendalam.

    “Kenapa?” Tanya Nisa.

    “Saya yakin, itu ciri-ciri kamu kena guna-guna atau pelet, Nis. Bagaimana kalau saya antar kamu ke mbah Mijan,” kata Leni penuh keyakinan.

    “Dari dulu, aku tidak pernah menyimpulkan dan mengaitkan setiap permasalahan yang aku hadapi pada hal seperti itu” kata Nisa dingin.

    “Percaya atau tidak, tapi itu nyata ada. Teman saya, dibawa oleh seorang laki-laki selama tiga hari tidak pulang. Dan setelah pulang, ia selalu marah pada orang tuanya, lalu kabur lagi bersama laki-laki itu. Setelah di bawa ke mbah Mijan, ia sembuh, dan menurut pada orang tuanya lagi. Katanya ia kena guna-guna. Ciri-cirinya persis seperti yang terjadi padamu” Jelas Leni.

    Nisa terdiam. Ia tidak menyangkal apa yang dikatakan Leni. Namun juga tidak ingi pergi menemui mbah Mijan.

    “Eh, temani menghadap pak Adam, yuk,” ajak Nisa.

    Pak Adam adalah guru Agama di sekolahnya.

    “Ngapain?” Tanya Leni.

    “Minta saran. Aku tidak ingin salah langkah, Len” kata Nisa.

    ***

    Di hadapan meja kerja pak Adam, Nisa menuturkan apa yang dialaminya. Sementara Leni menemaninya duduk di samping. Diam.

    “Kebencianmu dan dendammu pada temanmu itu, membuatmu semakin susah melepaskan diri darinya.” Jelas pak Adam.

    “Terus aku harus bagaimana, pak?” Tanya Nisa.

    “Perhatikanlah. Kamu harus tahu, siapa temanmu itu, dan siapa kamu. Kamu dan dia adalah orang lain, yang tidak saling terikat, kecuali oleh tali keimanan, jika ia beriman. Maka jika tali keimaman itu dikotori oleh kebohongan, ikhlaskanlah kamu untuk menjauhinya dengan tidak membencinya. Doakan dia, karena itulah yang membuatmu akan mudah untuk melupakannya,” jelas pak Adam.

    Nisa mendengarkan dengan seksama. Ia menganggukkan kepala. Hatinya merasa sedikit tenang. Sejak saat itu, Nisa berusaha untuk melakukan apa yang disarankan pak Adam.

    Namun tidak semudah membalikkan telapak tangan. Berkali-kali ia mencoba, selalu gagal dan gagal. Andi masih terlalu susah untuk dilupakan. Di tengah kesibukannya sekolah, ia kembali menghadap pak Adam. Setelah hatinya kembali tenang, masalah itu akan datang kembali, dan datang kembali.

    Didampingi Leni, ia menangis sesegukan.

    “Ini terasa berat pak,” kata Nisa.

    “Bagaimana Shalat mu?” tanya pak Adam.

    Tangis Nisa terhenti. Ia mengangkat wajahnya, dan berusaha tersenyum. Senyum yang dipaksakan, bercampur malu. Lalu menggelengkan kepala.

    “Berusahalah sekeras tenaga, untuk merapatkan shalatmu, dan sering baca Qur’an, itu yang akan membantumu,” kata pak Adam.

    ***

    Semenjak saat itu, Nisa menjadi wanita yang rajin Shalat dan baca Qur’an. Hingga ia melalui hari-harinya berubah menjadi keceriaan. Persoalan yang ia hadapi, terasa ringan dan tanpa beban.

    “Bagaimana dengan Andi, Nis?” Tanya Leni, di suatu pagi.

    “Sudah selesai” jawab Nisa enteng.

    “Maksud kamu?” Tanya Leni penasaran.

    “Sudah, tidak usah dibahas, sudah beres,” jawab Nisa.

     “Maksudnya Andi sudah tidak mengganggu kamu lagi. Kamu apain dia?” Leni semakin penasaran.

    “Menghadap pak Adam, yuk” ajak Nisa.

    “Ia, tapi . . .,” leni mendesak.

    “Ayuuuk, mau ikut tidak?” Tanya Nisa.

    Nisa berjalan di depan, sementara Leni megikuti dibelakanya.

    ***

    Saat Nisa lewat depan kantin, Andi sedang berbincang dengan temannya. Sesekali mereka tertawa lepas, hingga membuat pembeli dikatin itu merasa terganggu.

    “Eh, itu Nisa” kata temannya.

    Andi memandang Nisa dengan raut muka dingin. Seolah hati dan pikirannya terhenti oleh pemandanngan yang ia lihat di depannya. Hati dan jantungnya berdegup kencang. Namun nyalinya ciut. Mukanya masam saat tatapan dan senyum wajah Nisa memandang sorot matanya yang liar.

    “Eh, itu dia tersenyum ke kamu, dia sudah tidak marah lagi sepertinya.” Kata temannya yang lain.

    Andi masih diam terpaku. Ia masih tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, kenapa Nisa sedemikian ramah hari ini. Senyumnya terasa berbeda dari biasanya. Hatinya bergumul dengan berjuta pertanyaan, ada apa dengan Nisa. Seketika itu, ia merasa tidak pantas lagi mendekatinya. Kelakukan bejatnya selama ini, membayangi dan membuatnya semakin jauh dari Nisa. Semua itu mengutukinya, membuat ia luluh. Baginya, kini Nisa adalah sehampar mutiara yang jauh terlindungi.

                                                                                                                        Tanggamus, 10 Maret 2018 





    Sumber Ilustrasi: https://pxhere.com/id/photo/1632796

  • Kebaikan di Negeriku

    Karya: Chotibul Umam

    Kebaikan di negeriku, laksana comberan di sumur yang mengering

    Penduduknya kehausan, tetapi mual melihat air comberan

    Ada yang meneguk, karena mereka tahu kesuciannya

    Kebaikan di negeriku, laksana intan permata

    Di kagumi penduduknya, tetapi hanya sedikit yang memilikinya

    Ada yang memiliki, tetapi hanya diam tak bisa apa-apa

    Kebaikan di negeriku, sedang diuji melewati ladang gersang, kering kerontang

    Kebaikan di negeriku, sedang menangis, pilu dan malu

    Tanggamus, 01 Mei 2021





    Sumber Ilustrasi: https://www.pikist.com/free-photo-sjyhu/id
  • Kata-kata Jallaludin Rumi, tentang cinta

    Kata-kata Jallaludin Rumi, tentang cinta

    Cinta, adalah anugerah berharga dari yang Maha Kuasa. Barang siapa yang sanggup memaknai cinta pada cinta yang hakiki, maka ia telah menemukan kehidupan yang sesungguhnya. Kata-kata Indah nan menggugah yang disuguhkan oleh Jalaludin Rumi, sungguh merupakan satu jembatan untuk menuju kesana.


    style=”display:block; text-align:center;”
    data-ad-layout=”in-article”
    data-ad-format=”fluid”
    data-ad-client=”ca-pub-1149706441758329″
    data-ad-slot=”2950194178″>

    1.

    Biarkanlah dirimu dibentuk oleh tarikan yang kuat dari sesuatu yang kamu cintai.

    2.

    Kita dilahirkan dari cinta, cinta adalah ibu kita.

    3.

    Ketahuilah, apapun yang menjadikanmu tergetar, itulah yang terbaik untukmu! Dan karena itulah, kalbu seorang pencinta-Nya lebih besar daripada Singgasana-Nya.

    4.

    Cinta mengubah kekasaran menjadi kelembutan, mengubah orang tak berpendirian menjadi teguh berpendirian, mengubah pengecut menjadi pemberani, mengubah penderitaan menjadi kebahagiaan, dan cinta membawa perubahan-perubahan bagi siang dan malam.

    5.

    Karena cinta duri menjadi mawar karena cinta cuka menjelma anggur segar.

    6.

    Inilah cinta: untuk terbang ke langit tersembunyi, untuk menjatuhkan ratusan penghalang di setiap momen. Pertama kita membiarkan hidup pergi. Dan kemudian, kita mengambil langkah tanpa kaki.

    7.

    Di manapun kamu, dan apapun yang kamu lakukan, teruslah mencinta.

    8.

    Bila kamu ingin mempelajari suatu rahasia, hatimu harus melupakan tentang rasa malu dan martabat. Kamu adalah orang yang dicintai Tuhan, namun kamu mengkhawatirkan apa yang orang katakan.

    9.

    Tugasmu bukanlah mencari cinta, melainkan mencari dan menemukan segala penghalang di dirimu yang telah kamu bangun untuk melawan cinta.

    10.

    Perpisahan hanya untuk orang-orang yang mencintai dengan matanya, Karena untuk orang yang mencintai dengan hati dan jiwanya, tidak ada kata perpisahan.




    style=”display:block; text-align:center;”
    data-ad-layout=”in-article”
    data-ad-format=”fluid”
    data-ad-client=”ca-pub-1149706441758329″
    data-ad-slot=”2950194178″>


    Sumber ilustrasi: https://tebuireng.online/jalaluddin-rumi-dan-jalan-cintanya-menuju-marifat/

  • Sejarah Pijat Refleksi

    Oleh: Chotibul Umam

    Pijat refleksi atau yang dikenal juga dengan pijat sistem terapi zona lahir sejak sekitar 6000 tahun yang lalu di Tiongkok. Pada saat itu orang-orang Tiongkok menemukan jika terdapat kelainan atau suatu penyakit di dalam tubuh akan terdapat titik-titik yang jika ditekan terasa nyeri. Dari hal ini mereka kemudian menyimpulkan bahwa antara kelainan-kelainan tersebut dan titik-titik itu memiliki hubungan.

    Kisah-kisah tentang pijat refleksi

    – Suatu ketika ada seorang yang sakit usus buntu akut kemudian tiba-tiba ia menjadi sehat setelah tanpa sengaja ia mendapatkan luka memar di telapak kakinya tepat di daerah respon nyeri titik itu.

    – Terdapat Seorang prajurit yang gagap dalam berbicara tiba-tiba ia dapat berbicara dengan baik setelah di belakang lehernya tertusuk anak panah.

    Sumber Tulisn: Gatot MRG: Pijat Sistem Terapi Zona
    Sumber Ilustrasi: https://pixabay.com/id/photos/pijat-kaki-pijat-refleksi-pijat-2277450/

  • Negeri Sejuta Mafia

    Karya: Chotibul Umam

     

    Di negeriku, Negeri sejuta mafia

    Adalah negeri para mafia

    “Pemimpin”nya adalah mafia,

    “Rakyat”nya adalah mafia,

    Karena tiada pemimpin mafia

    Tanpa rakyat mafia

    Wahai para mafia, marilah taubat bersama-sama

     

    Tanggamus, 27 April 2021




    Sumber Ilustrasi: https://publicdomainvectors.org/id/bebas-vektor/Gambar-polisi-disiplin-cabang-dalam-tindakan/34997.html, https://pixabay.com/id/vectors/kerumunan-demonstrasi-bendera-pria-1294991/