Blog

  • Racun Asmara

    Karya: Chotibul Umam


    Tumbuh subur racun asmara

    Dimabuk cinta tiada dapat kau berkata

    Hanya rasa, merambah seluruh jiwa

    Kesadaran punah, mati rasa akalnya

     

    Tanggamus, April 2021

  • Senja Cinta

    Karya: Chotibul Umam

    Senja Cinta di padang sahara

    Sejuta cinta, mengembang bagai sekuntum bunga

    Paras cantik indah wajahnya

    Sejoli berpesta dengan hati bergelora

    Racun diminum bersua

    Bahagia sesaat, sesal selamanya

     

    Tanggamus, April 2021

  • "Kepala Sekolah"

     Karya: Chotibul Umam







    Sumber gambar: https://pxhere.com/id/photo/1587027

    Di negeriku, negeri sejuta mafia

    Ada seorang kepala sekolah pulang sekolah

    Kenyataannya ia jatuh sakit tetapi tidak sakit, katanya

    Sang istri bertanya, sayangku engkau kenapa

    “Bos” jawabnya

    Bos kenapa, bos marah, bos yang mana, pengawas, kepala upt, atau kepala dinas

    Bukan bos,.

    Bos yang mana,

    He he he, dana bos,

    Kenapa ia begitu menakutkan

    Lihatlah wahai sayangku, saku celanaku berlubang,

    Yang satu, sepatuku entah kemana, hilang.

    Wahai ayah, kau yang disana

    kemarilah lihatlah dari dekat

    Jangan kau dijakarta saja, datanglah ke pengulu desa,

    Di pinggir sungai yang keruh airnya,

    Di pinggir jalan, yang basah tanahnya

    Di atas genteng sekolah yang bocor atapnya

    Tanggamus,   April 2021
  • "Kepala Sekolah"

     Karya: Chotibul Umam







    Sumber gambar: https://pxhere.com/id/photo/1587027

    Di negeriku, negeri sejuta mafia

    Ada seorang kepala sekolah pulang sekolah

    Kenyataannya ia jatuh sakit tetapi tidak sakit, katanya

    Sang istri bertanya, sayangku engkau kenapa

    “Bos” jawabnya

    Bos kenapa, bos marah, bos yang mana, pengawas, kepala upt, atau kepala dinas

    Bukan bos,.

    Bos yang mana,

    He he he, dana bos,

    Kenapa ia begitu menakutkan

    Lihatlah wahai sayangku, saku celanaku berlubang,

    Yang satu, sepatuku entah kemana, hilang.

    Wahai ayah, kau yang disana

    kemarilah lihatlah dari dekat

    Jangan kau dijakarta saja, datanglah ke pengulu desa,

    Di pinggir sungai yang keruh airnya,

    Di pinggir jalan, yang basah tanahnya

    Di atas genteng sekolah yang bocor atapnya

    Tanggamus,   April 2021
  • Bingung

    Karya: Chotibul Umam

    Di negeriku, negeri sejuta mafia

    Guru bingung dengan ulah muridnya

    Murid bingung mengerjakan tugas dari gurunya

    Guru dan murid sama-sama bingung, lupa shalat apa yang ada qunutnya

    Sudah berlalu zaman itu, menjadi guru berwibawa bak ratu

    Sudah berlalu zaman itu, menjadi murid yang menurut dan malu-malu

    Guru kencing berdiri, murid kecing berlari

    Guru iri, ingin juga kencing sambil lari

    Orang tua bingung harus mengajar anaknya sendiri

    Pengamat bingung, ngomong saja sebatas teori

    Pemerintah bingung dikritik, dihujat, dan dimaki sana sini

    Semua bingung, karena pendidikan mengajarkan kebingungan itu sendiri

    Semua bingung, kecuali bagi yang tidak linglung

    Tanggamus,   April 2021




    Sumber Ilustrasi: https://www.piqsels.com/id/public-domain-photo-zwrvl

  • Pejuang Kebenaran





    Pejuang Kebenaran

    Karya: Chotibul Umam

     

    Di negeriku, Negeri sejuta mafia

    Sejuta mulut, berteriak bersama-sama

    Meneriakkan kebenaran, kata mereka

    Kebenaran mereka teriakan,


    Teriakan mereka memekakan telinga

    Orang-orang tak berdosa, dipaksa membuka telinga

    Sementara mereka berteriak sambil menutup telinga

    Mereka sang pejuang kebenaran

    Haus akan ketenaran


    Tanggamus, April 2021



    Sumber gambar: https://pxhere.com/id/photo/1439043

  • Katanya Menganggur






    Katanya Menganggur

    Karya: Chotibul Umam

    Di negeriku, negeri sejuta mafia

    Negeriku, indah subur dan makmur

    Namun rakyatnya, banyak yang menganggur

    Entahlah,


    Katanya menganggur, tetapi setiap hari pulangnya habis luhur

    Katanya dia seorang penganggur,

    Tetapi ditanggannya selalu tergantung pena bertinta lumpur

    Lumpur mereka keruk menjadi anggur

    Anggur mereka tengguk sebagai pengantar tidur


    Tanggamus,   April 2021




    Sumber gambar: https://pixabay.com/id/illustrations/pengusaha-bisnis-perusahaan-ekonomi-593751/
  • Puisi Negeriku, Tukang Traktor

    Tukang Traktor

    Karya: Chotibul Umam


    Di negeriku, negeri sejuta mafia

    Terkisah cerita dari mulut ke telinga tetang tukang traktor

    Tukang traktor Yang suka ngontrak dan gemar menjadi aktor

    Bukan kontraktor, dia hanya seorang pelancong

    Mencari kerja, pada orang yang suka omong kosong

    Tak mau bekerja, selain hanya menghitung amplop-amplop diatas meja

    Mereka bersekongkol, Membubuhkan tanda tangan, amplop-amploppun menjadi kosong

    Mereka berbau mulut dan rajin mencabut bulu ketiak



    Bulu ketiak mereka dapat, lalu didekatkannya ke lubang hidung yang menganga

    Hobinya mengambil sesuatu dari lahan yang basah

    Tenggorokannya basah bukan karena air

    Melainkan karena suka membual dengan nafasnya yang menghembuskan uap kebohongan

    Lihatlah, jalanan yang selalu saja berlubang walau telah ditambal berjuta kali,

    Atau lihatlah gedung-gedung pemerintahan dan gedung-gedung kosong di pelosok desa yang tak bertuan

    Dindingnya retak, walau dibangun dengan hati yang berpesta pora

    Lantainya berjubel uang berserak hingga menyumpal di laci dan dibawah taplak

    Lantainya licin tak bisa diinjak, padahal baru kemarin diresmikan atau esok




    Tanggamus,   April 2021
  • Name:

    E-mail:

    Message:

  • About

    RAKATA

    Ragam kata kita. Menyajikan beragam informasi dan pengetahuan yang bermanfaat di seputar kita.